Peduli Pesantren, DPRD Jatim Siapkan 100 M Lebih Beasiswa Kuliah

  • Bagikan
Moch. Aziz: Anggota DPRD Jawa Timur saat mengisi Reses di mushala pondok pesantren Al Furqon Asem Jaran Banyuates Sampang

Sampang -Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur, Moch Aziz, S.H., datangi pondok pesantren dalam rangka serap aspirasi masyarakat (Reses) yang digelar di pondok pesantren Al Furqon Jl. Zainal Abidin Tlandung Asemjaran Banyuates Sampang, Madura, (06/03/2021) pukul 14:00 s.d 16.00 WIB.

Moch. Aziz selaku anggota DPRD Jawa Timur menyampaikan, bahwa agenda Reses dengan tema, “DPRD Jatim Peduli Pesantren” ini merupakan salah satu langkah dan tugas Dewan Jatim. Karena santri inilah yang akan menjadi generasi penerus yang akan mencetak suatu perubahan.

Moch. Aziz mengaku bahwa dirinya memiliki basic santri tulen yang peduli terhadap masyarakat dan pesantren khususnya.

“saya ini juga santri dan sudah nyantri dari umur 7 tahun”, ujarnya.

Oleh karena itu, Moch. Aziz berpesan kepada santri, jangan pernah berkecil hati dan merasa menjadi kasta kedua atau dianaktirikan, baik dalam bermasyarakat ataupun berpendidikan, karena santri juga memiliki kemampuan seperti pada umumnya. Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah telah menyediakan 100 M lebih anggaran di tahun 2021 untuk calon mahasiswa Jawa Timur yang kurang mampu. Ia mengaku bahwa akan mengawal persoalan yang menjadi kendala anak santri untuk kuliah.

“Anggaran 100 M lebih untuk Jawa Timur cukup besar untuk calon mahasiswa yang berniat kuliah, silahkan yang ingin kuliah di universitas mana saja kami DPRD Jatim siap membantu, mulai dari finansial maupun administrasi lainnya”, ucapnya dalam sambutan Reses di depan para santri dan masyaikh.

Hal itu disambut baik oleh perwakilan pondok pesantren Al Furqon, Ust. Muhlis, Lc., menyampaikan bahwa memang selama ini pesantren kurang mendapat perhatian atau terkesan dianaktirikan serta menjadi kasta kedua, khususnya dalam masalah pendidikan.

“Kami senang sekali dan berharap jika ada pemerhati yang peduli terhadap pesantren, tidak hanya kebutuhan pembangunan sarana dan prasarana pesantren namun juga pembangunan manusianya”, tutur Muhlis selaku pengurus pondok pesantren As-Zainie.

Menurutnya, pendidikan menjadi salah satu sektor vital dalam proses pembangunan, karena suatu kemajuan bangsa juga perlu pembangunan manusia untuk menuju masyarakat yang madani, khususnya untuk pondok pesantren di pelosok desa guna pemerataan pendidikan.

Dengan demikian Reses I tahun 2021 yang diselenggarakan di pondok pesantren As-Zainie desa Asem Jaran yang diprakarsai oleh anggota DPRD Jatim, Moch Aziz, S.H., merupakan langkah yang tepat untuk menyerap aspirasi yang menjadi kendala dan kebutuhan masyarakat desa Asem Jaran, khususnya pondok pesantren As-Zainie.

“Saya ucapkan terimakasih kepada DPRD Jatim yang telah sudi memberikan motivasi dan inspirasi baru untuk santri dan masyarakat sekitar, semoga menjadi langkah yang baik untuk kedepannya”, ucap Ust. Muhlis seraya menutup sambutannya.

(Naf/Sl)

  • Bagikan

Respon (5)

  1. Saya ingin mendaftarkan adek saya yg baru lulus sma ustdz. Apakah masih bisa daftar?
    Kalo bisa apa aja syarat2?

    Mohon infonya ya. Baik terima kasih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *