Penduduk Miskin di Sampang Meningkat

  • Bagikan
Ilustrasi oleh Madurapers

Sampang – Penduduk miskin di Sampang tahun 2020 mengalami peningkatan. Pandemi Covid-19 dan faktor lain membuat program/kegiatan program pembangunan Pemerintah Daerah Kabupaten Sampang tidak efektif mengurangi jumlah penduduk miskin di Kabupaten Sampang.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Sampang menunjukkan bahwa jumlah penduduk miskin tahun 2020 mencapai 224,74 ribu orang (22,78%). Dibandingkan dengan tahun 2019, jumlah penduduk miskin tahun tersebut meningkat sebesar 22,53 ribu orang atau 11,14%. Menurut data BPS Sampang tahun 2019 jumlah penduduk miskin di Sampang sebanyak 202,21 ribu orang (20,71%).

Angka kemiskinan ini (tahun 2020), menurut analisis Tim Redaksi dari data BPS Jawa Timur dan BPS RI tahun 2021, menempatkan Kabupaten Sampang di peringkat 1 (pertama/paling tinggi) di Pulau Madura, Provinsi Jawa Timur, dan Pulau Jawa serta menempati peringkat 48 (empat puluh delapan) di level nasional.

Demikian juga halnya dengan angka garis kemiskinan. Menurut data BPS Sampang, angka garis kemiskinan (rupiah/kapita/bulan) tahun 2019 sebesar Rp357.473 dan tahun 2020 meningkat menjadi Rp382.491. Artinya, pada tahun 2020 angka garis kemiskinan di Sampang meningkat sebesar Rp25.018 (7,00%) dibandingkan dengan tahun 2019.

Namun, menariknya angka kemiskinan tersebut tidak berbanding lurus dengan tingkat kedalaman dan keparahan kemiskinan. Indeks kedalaman kemiskinan ini mengindikasikan jarak rata-rata pengeluaran penduduk miskin terhadap garis kemiskinan, sementara indeks keparahan kemiskinan mengindikasikan ketimpangan pengeluaran diantara penduduk miskin.

Indeks kedalaman kemiskinan tahun 2019 sebesar 3,20 dan tahun 2020 menurun menjadi 2,93. Indeks keparahan kemiskinan tahun 2019 sebesar 0,70 dan tahun 2020 menurun menjadi 0,53. Jadi, pada tahun 2020 ada penurunan indeks kedalaman kemiskinan sebesar 0,27 dan indeks keparahan kemiskinan sebesar 0,17.

Dengan demikian, artinya selama pandemi Covid-19 penduduk miskin mengalami peningkatan. Namun, tingkat kedalaman dan keparahan kemiskinan mengalami penurunan. Artinya, pandemi Covid-19 ini semakin memperlemah kondisi ekonomi masyarakat sehingga jumlah penduduk miskin di Sampang meningkat pada tahun 2020, tetapi dampaknya tidak mempengaruhi terhadap tingkat kedalaman dan keparahan kemiskinan.

  • Bagikan

Respon (3)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *