Maraknya Kasus Narkotika di Sumenep, Satresnarkoba Kembali Tangkap Tersangka

  • Bagikan
Pelaku berserta barang bukti saat diamankan Satresnarkoba Sumenep. (Humas Polres Sumenep)

Sumenep – Hingga hari ini, maraknya kasus narkotika di Kabupaten Sumenep, Madura, masih terus terjadi. Hal itu dibubuktikan dengan penangkapan seseorang yang diduga seorang pengedar di Desa Nyabakan Timur, Kecamatan Batang-batang.

Berdasarkan rilis keterangan yang disampaikan Humas Polres Sumenep, awalnya pihak Satuan Reserse Narkotika, Psikotropika, dan Obat Berbahaya (Satresnarkoba) setempat, memperoleh informasi dari masyarakat bahwa di Desa Nyabakan Timur akan ada transaksi narkotika jenis sabu-sabu (SS), pada Kamis (07/10/2021), sekira Pukul 19.30 WIB.

“Sehingga anggota Satresnarkoba Polres Sumenep, melakukan penyelidikan di daerah tersebut,” ungkap Kasubbag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti melalui rilisnya, Sabtu (09/10/2021).

Setelah dilakukan penyelidikan, pihak yang berwajib dapat diketahui bahwa terlapor adalah Imam Rahman (37), warga Dusun Bandaran Barat, Desa Tamberu Timur, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, Madura.

“Terlapor dan A1 berada di rumah salah satu warga Desa Nyabakan Timur, Kecamatan Batang-batang, Kabupaten Sumenep, dan akan melakukan transaksi narkotika jenis sabu,” imbuh Widi.

Selanjutnya, anggota Satresnarkoba Polres Sumenep, langsung melakukan penggerebekan disertai penangkapan kepada terlapor. Sementara dari hasil penggeledahan, ditemukan barang bukti narkotika jenis SS di dapur milik Mahde, warga Desa Nyabakan Timur, Batang-batang, Sumenep, tepatnya di atas ranjang tempat makan (Lencak: Bahasa Madura).

Adapun barang bukti yang diamankan oleh pihak kepolisian di antaranya, 1 poket/kantong plastik klip kecil berisi narkotika jenis sabu seberat kotor ± 2,24 gram. Selain itu juga ditemukan 2 unit HP masing-masing merk Nokia warna biru dan merk Samsung warna hitam yang digunakan sebagai alat komunikasi oleh terlapor. Serta yang terakhir 1 unit sepeda motor merk Honda Versa 150 dengan Nomor Polisi M-3918-P warna hitam.

“Setelah ditunjukkan, terlapor mengakui bahwa barang bukti tersebut adalah miliknya,” jelasnya.

BACA JUGA:  Akibat Pandemi Covid-19, Disdik Sumenep Berlakukan Barcode Vaksinasi

“Terlapor berikut barang bukti, diamankan ke kantor Satresnarkoba Polres Sumenep guna penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut,” pungkas Widi.

Akibat tindakan terlarang itu, maka terlapor dikenakan Pasal 114 ayat (1) Subs Pasal 112 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

Penulis: Moh Busri
Editor: Ady

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *