Tokoh  

Al-Jazari Ilmuwan Saintek dari Dunia Islam

Gambar Al-Jazari, Ilmuan Sainstek Muslim.

Al-Jazari lahir pada tahun 1136 M dan meningal dunia 1206 M di usia 70 tahun. Nama lengkap Al-Jazari adalah Badi al-Zaman Abu al-‘Iz Ibn Ismail ibn ar-Razaz al-Jazari.

Ayah Al-Jazari merupakan pegawai/bekerja di kerajaan Islam di Turki. Dia bekerja di Istana Artuku, Turki, di bawah pemerintahan Jenderal Salahuddin al-Ayyubi (Yusuf bin Najmuddin al-Ayyubi, pendiri Dinasti Ayyubiyyah), Dinasti Aturqid.

Dia merupakan seorang ilmuan sains dan teknologi (saintek) dari dunia Islam dari Al-Jazira ibn Umar (sekarang Cizre, Anatolia, Turki), kawasan Mesopotamia, yang hidup pada abad pertengahan, masa kejayaan dunia Islam.

Semasa hidupnya, selain sebagai ilmuan, dia pernah menjabat selama 25 tahun di tiga penguasa Islam. Ketiga penguasa tersebut adalah Nuruddin Muhammad bin Arslan, Qutb al-Din Sukman bin Muhammad, dan Nasir al-Din Mahmud bin Muhammad.

Pada periode kekuasaan Nasir al-Din, atas permintaan sultan tersebut Al-Jazari menulis kitab “Al Jami Bain al-Ilm wal “Aml al-Nafi fi Sina’at al-Hiyal”. Kitab ini selesai ditulis oleh Al-Jazari pada Januari 1206. Dalam kitab ini Al-Jazari memaparkan tentang teori dan cara membuat peralatan/mesin hasil temuannya.

BACA JUGA:  Abbas Ibn Firnas, Polymath Insinyur Penemu

Pasca menulis kitab ini, beberapa bulan kemudian Al-Jazari meninggal dunia. Kitab ini kemudian disempurnakan oleh Muhammad ibn Yusuf ibn ‘Uthman al-Haskafiat pada akhir April 1206.

Kitab ini di era modern diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dengan judul “The Book of Knowledge of Ingenious Mechanical Device” oleh seorang insinyur dan sejarawan Inggris, Donald R. Hill, pada tahun 1974. Menurut Hill, teknologi robot yang digunakan Al-Jazari menjadi inspirasi terbesar bagi robotika modern.

Al-Jazari terkenal sebagai seorang polimatik Muslim, yakni seseorang yang pengetahuannya tidak hanya pada satu bidang atau memiliki wawasan yang sangat luas. Hal ini karena dia adalah seorang penemu, sarjana, ahli matematika, insinyur, dan seniman.

Penemuan Al-Jazari di bidang saintek antara lain: (1) bagian mekanis mesin, (2) jam air, jam lilin, dan jam gajah, (3) mesin pompa air, (4) robot pencuci tangan, dan (5) robot.

Penemuan Al-Jazari sebagian besar masuk ke Eropa pada abad pertengahan. Jalur masuknya, melalui Bizantium, Sisilia, Italia, dan Perancis, selama perang salib.

BACA JUGA:  Plato Bapak Filsafat Barat

Tinggalkan Balasan