Bencana Massal, Angin Kencang Menerpa Ratusan Rumah Warga di Pamekasan

Terlihat Rumah Warga Roboh di Desa Jarin, Kecamatan Padewawu, Kabupaten Pamekasan. (Sumber Foto : Screenshot dari Video yang Beredar)

Pamekasan – Ratusan Rumah Warga di Desa Jarin, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan Rusak Parah akibat diterjang hujan lebat disertai angin kencang sekitar pukul 20:30 WIB, Rabu (8/12/2021).

Bencana Alam yang melanda Kabupaten Pamekasan itu merupakan Bencana paling parah yang dirasakan warga Desa Jarin.

Pasalnya, atas terjadinya peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa, namun beberapa orang mengalami luka ringan akibat reruntuhan genteng atap rumah warga.

Selain merusak rumah warga, angin kencang itu juga merobohkan pohon dan merusak jaringan listrik.

Menurut keterangan Kepala Desa setempat, data sementara tercatat sebanyak 115 Rumah di 6 Dusun yang mengalami kerusakan, dari mulai rusak ringan, sedang, hingga berat yang ditaksir kerugian kurang lebih mencapai 100.000.000 (seratus juta rupiah).

“Saya sendiri merasa ketakutan sebab kejadiannya langsung dalam satu malam, termasuk rumah saya sendiri yang diterpa angin kencang pada malam itu. Untuk kerugian ada yang 25juta untuk rusak parah, 15juta untuk rusak sedang, dan 1juta sampai 2juta untuk rusak ringan, apabila di total keseluruhan mencapai 100juta,” Ungkap Kepala Desa Jarin M.Zuhri, saat di mintai keterangan oleh awak media madurapers.com.

BACA JUGA:  Polres Pamekasan Buru Pelaku Pencurian Ponsel yang Meresahkan Warga

Sementara itu, Sukarto salah seorang warga yang tertimpa Bencana mengaku panik. Sebab, secara tiba-tiba angin kencang menerjang rumahnya. Bahkan dirinya hampir terkena reruntuhan genteng, beruntung dirinya berhasil menyelamatkan diri dibawah tempat tidurnya.

“Secara mendadak tanpa saya sadari atap rumah roboh, saya panik, untung saya langsung menyelinap ke bawah tempat tidur agar terhindar dari reruntuhan genteng,” Katanya

Kepala Desa M.Zuhri menghimbau agar masyarakat terus tetap waspada mengingat cuaca musim hujan kali ini datang tak menentu.

“Mari kita saling mengantisipasi atas bencana yang menimpa tiba-tiba ini, karena kita tidak tau apa yang akan terjadi ke depan ini,” Pungkasnya.

Tinggalkan Balasan