Bermodal Uang Pinjaman, Pemuda Asal Sumenep Sukses Jual Jamu Ternak di Shopee

Kopdar tim Rudal Obama saat membahas strategi marketing dan pemasaran di dunia maya Shopee (Sumber Foto: Istimewa)

Sumenep – Pandemi Covid-19 telah berlangsung lebih dari dua tahun, hal tersebut menghantam segala pundi-pundi ekonomi masyarakat. Namun, kondisi ini menjadi motivasi tersendiri bagi Ahmad Ainul Yakin untuk memanfaatkan peluang usaha jamu hewan ternak yang diberi nama Nyeor Ejuh.

Anak muda yang akrab disapa Ainul ini, sukses mengembangkan produk lokal yang digandrungi masyarakat, khususnya para peternak hewan di belahan pelosok negeri. Tidak hanya itu, sesekali permintaan produknya itu datang dari mancanegara.

Bermodal Uang Pinjaman, Sukses Raup Omzet Puluhan Juta

Panflet penjualan dan manfaat jamu ternak Nyeor Ejuh. (Sumber Foto: Shopee )

Pemuda yang saat ini masih aktif sebagai mahasiswa STAIM Tarate Sumenep, dirinya memulai bisnis Nyeor Ejuh sejak bulan Maret 2020, tepat sejak pandemi Covid-19 datang.

“Saya memulai bisnis Nyeor Ejuh ini sejak bulan maret tahun 2020, hanya bermodal uang sebesar Rp. 200 ribu rupiah. Itupun hasil pinjaman”, kata Ainul pada saat diwawancarai oleh awak media Madurapers.com, Senin (30/11/21) kemaren.

Perjalanan bisnis Nyeor Ejuh berawal secara offline. Ainul mengaku hanya melayani pesanan dari rumah dengan metode Cash On Delivery (COD) ke pembeli di daerah sekitar rumah.

Saat itu tingkat pesanan masih dalam skala kecil dengan seminggu rata-rata hanya satu atau dua produk yang terjual. Tetapi, seiring perkembangan teknologi dan tren perilaku masyarakat yang semakin maju ke arah digital, Ainul pun mulai memanfaatkan platform belanja online untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari

BACA JUGA:  Pialang Berjangka PT Rifan Financindo Berjangka Dibekukan Bappebti

Pengalamannya menjadi pembeli yang merasakan manfaat dari program Gratis Ongkir Shopee di setiap transaksi, muncul ide untuk membuka bisnis secara online.

Karena melihat peluang besar digitalisasi bisnis, akhirnya UMKM asal Sumenep ini memutuskan untuk bergabung dengan Shopee pada awal bulan Juli 2020. Dengan bergabung bersama Shopee, Ainul berharap pembeli dari seluruh daerah dapat dengan mudah mengakses produk Nyeor Ejuh dan meningkatkan penjualan bisnisnya.

Tidak disangka, berkat dukungan dari aplikasi Shopee kini bisnis milik Ainul sudah berkembang sangat pesat. Sejak mulai berdiri, Ainul hanya memiliki satu karyawan, lambat laun sudah mempekerjakan hingga 120 karyawan untuk membantu pemasaran Nyeor Ejuh.

“120 karyawan itu saya anggap sebagai mitra bisnis. Dari 120 orang itu kemudian berinisiatif untuk bentuk tim, yang kami beri nama Rudal Obama. Arti dari nama tim ini melesat tanpa menjatuhkan lawan,” ungkapnya.

Pihaknya menambahkan, sekitar 1 tahun bergabung dengan Shopee, omset penjualan Nyeor Ejuh dalam satu bulan mencapai diatas Rp. 96 juta rupiah dengan memanfaatkan program Gratis Ongkir, Voucher, Flash Sale, dan masih banyak lagi yang lainnya.

“Kami memanfaatkan sendiri berbagai fitur yang ada di Shopee untuk memaksimalkan penjualan. Alhamdulillah antusiasme konsumen cukup tinggi dan ternyata produk kami diterima sangat baik oleh masyarakat luar,” ujar Ainul.

BACA JUGA:  Di Awal Tahun 2022 Peredaran Uang Tumbuh Positif

Didasari rasa penasaran dan antusiasme yang tinggi, Ainul merasa ini adalah kesempatan yang luar biasa untuk mengembangkan bisnis tersebut. Sampai akhirnya, Ainul mendapatkan informasi dari salah satu mitra bisnisnya, untuk pertama kalinya ada pembeli dari mancanegara.

“Kami sempat tidak menyangka, produk lokal kami dipesan orang Malaysia dan Cina. Kami merasa kebingungan dan mengalami kendala untuk proses pengiriman, karena merupakan pengalaman pertama kali,” ujarnya.

Menurut Ainul, kedepannya akan memanfaatkan program Ekspor Shopee untuk mengembangkan penjualan produk lebih besar dan luas lagi. Sehingga, produk Nyeor Ejuh dapat diterima oleh masyarakat baik lokal maupun masyarakat negara tujuan program Ekspor Shopee.

Dibalik Suksesnya Nyeor Ejuh bersama Shopee. Ainul mengaku, awalnya tidak mudah mengajak mitra bisnis sebanyak 120 orang hingga membentuk tim. Sempat diremehkan karena hanya dianggap jual jamu sapi dan kambing tidak menguntungkan.

Namun ia tetap gigih dan optimis dengan kerja kerasnya. Dirinya yakin bahwa bisnis yang dikelolanya akan sukses dan bermanfaat kepada masyarakat luas.

“Saya yakin bisnis ini akan sukses. Dengan sendirinya teman yang sebelumnya saya ajak, akan meminta jadi mitra bisnis kita,” ungkapnya.

Perlahan tapi pasti, Ia dan partner bisnisnya memiliki misi untuk mengurangi angka pengangguran melalui bisnis yang ia bangun. Dilain sisi sebagai solusi terhadap maraknya pemuda dan masyarakat setempat, yang mengadu nasib ke luar kota hingga ke luar negeri.

BACA JUGA:  Ibarat Shock Arsorber, APBN Lindungi Rakyat dari Jalan yang Rusak

“Teman-teman saya itu banyak yang pengangguran mas, sehingga banyak yang ke luar kota. Apalagi menjaga toko kelontong di jakarta sangat menjanjikan pendapatannya mas,” terangnya

Berkat keberhasilannya dalam berwirausaha, akhirnya mampu menggugah hati teman-temannya yang tempo hari sempat menolak tawarannya.

“Alhamdulillah, sekarang teman-teman saya gak usah diajak lagi, mereka mau bergabung dengan sendirinya,” syukurnya.

Ia juga menambahkan, untuk bergabung dalam bisnisnya, pihaknya tidak memberikan syarat apapun. Tidak perlu mengisi formulir dan tidak perlu memiliki modal.

“Syaratnya bergabung itu hanya bermodal semangat, tekat, dan percaya diri,” tambahnya.

Pemuda alumni Pondok Pesantren (PP) Adda’wah Batuputih itu, juga tidak menyangka bisnisnya yang bergerak pada jamu sapi dan kambing akan sebesar ini.

“Akhirnya, 120 orang di Desa kami memiliki usaha dan mampu menopang kebutuhan ekonomi mereka dari hasil keuntungan penjualan Nyeor Ejuh,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan