Diduga Bocah Perempuan di Bawah Umur Diperkosa Tetangganya Sendiri, Begini Kronologinya

Foto pemerkosaan (Doc. Ilustrasi 2022).

Sumenep – Nasib nahas menimpa bocah perempuan yang berinisial S, warga Desa Panagan, Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, diduga menjadi korban pemerkosaan, Selasa, (26/4/22).

Informasi yang dihimpun oleh jurnalis madurapers.com, bocah yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD) itu, Didampingi aparat desa setempat, S beserta keluarga melakukan pelaporan ke Mapolres Sumenep pada Senin (25/4/2022) kemarin.

Diketahui, peristiwa yang terbilang masuk tindak kriminal dugaan pemerkosaan ini disebut oleh Nurfaidi terjadi pada awal Ramadan, tepatnya tanggal 4 April 2022. Nurfaidi merupakan perangkat Desa Panagan.

Dalam laporannya ke polisi, Nurfaidi yang mendampingi S (korban) mengatakan, bahwa pelaku berinisial B yang tak lain adalah tetangga korban.

“Tak hanya dugaan pemerkosaan yang dilakukan B terhadap S, namun pelaku juga melakukan ancaman pembunuhan pada korban,” katanya memaparkan.

Lebih lanjut, pihaknya membeberkan kronologi dugaan pemerkosaan dan ancaman pembunuhan itu. Bermula waktu malam, saat warga desa setempat melaksanakan salat tarawih.

“Malam itu, korban sedang tidak salat tarawih, karena tengah mengasuh anak tetangganya. Sementara pemilik rumah berangkat ke masjid,” paparnya.

BACA JUGA:  Ketua KNPI Kokop Sayangkan Penempatan Pemusnahan Petasan oleh Polres Bangkalan

Saat itulah, lanjut Nurfaidi, insiden memilukan dialami S. Korban yang hanya tinggal berdua bersama anak tetangganya tersebut didatangi oleh pelaku.

“Malam itu, pelaku langsung mendatangi korban dan membujuk untuk melakukan hal diluar batas wajar,” ungkapnya.

Peristiwa ini baru diketahui orang tua S saat korban terus menangis tanpa sebab. Terkadang, S selalu merenung di rumahnya dengan tatapan kosong.

Hari demi hari orang tua korban yang sudah mulai curiga dengan kelakuan putrinya yang tidak biasa, akhirnya mencoba berbicara dari hati ke hati.

Dari sinilah perlahan S mulai membuka suara pada orang tuanya. Terkuak, tiga hari setelah kejadian S berani mengungkapkan apa yang dialami dirinya.

Menurut pengakuan korban yang diterima Nurfaidi, pelaku dengan keji mengancam S akan dibunuh jika tidak memenuhi nafsu bejatnya itu.

“S mengatakan akan dibunuh kalau tidak mau melayani pelaku, apalagi sampai memberitahukannya kepada orang lain,” kata Nurfaidi menirukan pengakuan S di Mapolres Sumenep saat membuat laporan.

Korban yang saat ini sudah merasakan trauma dan ketakutan luar biasa tentu mendapatkan perlindungan ketat dari keluarga dan perangkat desa setempat.

BACA JUGA:  Terima Paket Bersegel JNE Ekspres, Pemuda Sumenep Dibekuk Satresnarkoba

Menanggapi peristiwa tersebut, Kepala Sub Bagian (Kasubag) Hubungan Masyarakat (Humas) Polres Sumenep, AKP Widiarti membenarkan adanya laporan tersebut.

Dirinya mengungkapkan, ada laporan dah dugaan pemerkosaan serta ancaman pembunuhan anak di bawah umur dari warga Desa Panagan.

“Laporannya sudah masuk mas, hanya saja berkasnya belum saya terima,” katanya singkat.

Tinggalkan Balasan