DPRD Komisi B, Dedi Yusuf: Insentif Guru Ngaji dan Madin Harus Tepat Sasaran

Dedi Yusuf, Komisi B DPRD Kab. Bangkalan

Bangkalan – Pemerintah Bangkalan merefocusing dan merealokasi anggaran sebesar  65,2 miliar untuk penanganan  covid 19. Salah satunya untuk guru ngaji dan guru madrasah (Madin)  mendapat alokasi anggaran 22, 4 Miliar.

Menurut laporan Kepala Disdik Bangkalan akan ada 9.342 yang akan mendapat bantuan jaringan pengamanan sosial, sebesar RP 200.000 perbulan, dalam mekanismenya akan dicairkan tiga bulan  sekali.

Hal ini mendapat  apresiasi dan respon positif  dari DPRD Komisi B Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Dedy Yusuf.
Menurutnya, kita harus mengapresiasi tindakan pemerintah Bangkalan yang  masih peduli pada guru ngaji dan guru madin. Insentif ini minimal membantu meringakan bebannya.

” Namun pada sisi lain,  yang harus kita diperhatikan  juga pendataan pada guru ngaji dan madrasah harus akurat dan komperhensif, sehingga bantuan itu kena sasaran sesuai yang diharapakan bersama” kata alumni Hukum Hukum universitas Islam Indonesia (UII) Jogjakarta

” Waktu reses kami mendapat keluhan dari masyarakat, bahwa masih ada guru ngaji dan guru Madin yang masih belum dapat bantuan, tentu ini menjadi problem”  penjelasannya

BACA JUGA:  Fraksi Keadilan Hati Nurani Menyarankan Bupati Bangkalan Ganti Kepala Dinas Pendidikan

Sementara itu, juga yang perlu diperhatikan oleh koordinator dilapangan bahwa prinsip penerimaan data dirolling, artinya, bergulir, tri wulan satu misalnya yang dapat A, Tri Wulan Dua Misalnya nanti yang Dapat B” katanya

” …harus kita kawal bersama  dan harus kena sasaran niat baik pemerintah Bangkalan untuk guru ngaji dan madrasah, itu yang paling urgen” katanya

Tinggalkan Balasan