Peringati HUT RI Ke-76, PAC GP Ansor Beserta Satkoryon Banser Banyuates dan Tanjung Bumi Gelar Do’a Bersama

GP Ansor - Banser Banyuates dan Tanjung Bumi Saat Menggelar Do'a Bersama di Markas Banser Banyuates (Doc. Anaf For Madura Pers).

Sampang –  Masih dalam momen perayaan Kemerdekaan Republik Indonesia ke-76, Pimpinan Anak Cabanag (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Beserta Satuan Koordinator Rayon (Satkoryon) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang bersama PAC GP Ansor dan Satkoryon Kecamatan Tanjung Bumi, Kabupaten Bangkalan  menggelar do’a bersama di markas Banser Banyuates tepatnya di Jalan raya Trapang – Banyuates, Jumat (20/08/2021).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua PAC GP Ansor Banyuates, Syafa’i, Kasatkoryon Banser Banyuates, Abd. Jabbar, Ketua PAC GO Ansor Tanjung Bumi R. Cholil Nizar dan Anggota Ansor – Banser Banyuates dan Tanjung Bumi.

Kasatkoryon Banyuates, Abd. Jabbar menyampaikan, selain do’a bersama, dalam giat tersebut juga diselingi acara ngopi (Ngolah Pikiran). Hal itu dilakukan untuk menambah wawasan tentang ke-NU-an dan kebangsaan.

“Selain acara do’a bersama, kita disini juga sambil ngopi santai, yang diisi dengan sharing tentang kisah sejarah perjuangan para pejuang kemerdekaan,” ucapnya.

Sementara Syafa’i, Ketua PAC GP Ansor Banyuates menuturkan, bahwa dirinya sangat berterima kasih kepada anggota Ansor-Banser Kecamatan Tanjung Bumi yang telah berkenan bertandang ke wilayahnya.

BACA JUGA:  Azis Muslim Haruna Ajukan Surat Keberatan SK Bupati Sampang Tentang Pilkades

“Saya sampaikan banyak terimakasih kepada sahabat-sahabat dari Tanjung Bumi atas kehadirannya di sini untuk bersilaturahmi. Semoga majelis ini terus terjaga,” katanya.

Masih di tempat yang sama, Ketua PAC GP Ansor Tanjung Bumi, Cholil Nizar yang juga selaku pengasuh Ponpes Al Khozini, Sabreh, Kecamatan Tanjung Bumi, Kabupaten Bangkalan,  menambahkan, dirinya merasa sedang tidak bertamu. Menurut Cholil Nizar, di mana ada lambang NU maka di situ dia merasa seperti sedang berada di rumah atau tempatnya miliknya.

“Saya kesini tidak seperti bertamu, karena kalau lihat lambang NU maka saya merasa seperti sedang berada di rumah sendiri,” ucapnya.

Tinggalkan Balasan