Harga Tembakau di Sumenep Anjlok, MPR Demo Pemkab

Majelis Pemuda Revolusi (MPR) lakukan aksi demonstrasi di depan Pemkab Sumenep, Madura, Jawa Timur. (Moh Busri)

Sumenep – Sejumlah massa aksi demonstrasi yang mengatasnamakan Majlis Pemuda Revolusi (MPR) datangi Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur, untuk menuntut kenaikan harga tembakau yang dinilai tidak sepadan dengan kerja keras petani, Rabu (18/08/2021).

Lebih jelasnya, tuntutan yang ditujukan kepada Bupati Sumenep ini terdapat empat poin. Pertama, menuntut Pemkab setempat untuk segera menyetabilkan harga tembakau. Kedua, segera membahas Break Event Point (BEP) Tembakau. Ketiga, meminta Pemkab Sumenep untuk menindak tegas Pabrikan-pabrikan nakal. Terakhir menuntut perevisian Peraturan Daerah (Perda) nomor 6, Tahun 2012, tentang pedoman pelaksanaan pembelian dan pengusahaan tembakau.

Koordinator Lapangan (Korlap) aksi MPR, Andi Firdaus mengatakan bahwa harga tembakau di Kabupaten Sumenep, saat ini sangat menyengsarakan masyarakat. Menurutnya, modal yang dikeluarkan tidak sesuai dengan penghasilan yang diperoleh.

“Atas dasar penderitaan petani tembakau, kami atas nama Majelis Pemuda Revolusi (MPR) datang untuk menemui bupati, guna menyampaikan amanah penderitaan petani,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya menilai Bupati Sumenep tidak peduli lagi terhadap rakyat. Karena kesengsaraan yang dirasakan oleh petani tembakau ini telah berlangsung lama, namun hingga saat ini tidak menemukan sikap tegas dari Pemkab Sumenep.

BACA JUGA:  Vaksinasi Siswa SMPN 3 Sumenep Minim, Ini Sebabnya

“Kita sampaikan aspirasi petani tembakau ini kepada Bupati Sumenep, karena saat ini dia sudah tidak blusukan lagi untuk sekadar menyapa rakyatnya. Mungkin karena Pilkada masih lama,” tambahnya.

Bahkan jika aspirasi petani tembakau yang disampaikan melalui aksi demonstrasi tersebut tidak kian didengarkan, maka MPR mengancam akan melakukan aksi kembali dalam waktu sepekan ke depan.

“Jika tuntutan kita tidak cepat didengarkan, maka kami berjanji akan melakukan aksi unjuk rasa ke Bupati setiap sepekan sekali,” pungkasnya.

Sekadar menginformasikan, hingga aksi demonstrasi itu selesai, Bupati Sumenep tidak kunjung menemui massa aksi.

 

Tinggalkan Balasan