“Masyarakat tinggal klik saja, dan dimana saja. Nantinya kita antar ke alamat para peminjam buku,” ungkapnya.
Hanya saja, lanjut Mahsuni, karena aplikasi isumenep ini akan selesai pada awal tahun 2022. Untuk pelayanan saat ini juga bisa melalui akun WhatsApp (WA) perpustakaan yang tersedia.
“Ini sebagai bentuk dari perkembangan teknologi dan informasi perusahaan. Bahkan melalui aplikasi tersebut bisa melakukan peminjaman,” paparnya.
Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat agar selama meminjam buku-buku perpustakaan dikembalikan ketika sudah mencapai batas waktu peminjaman. Bahkan tidak segan-segan melakukan penjemputan ke rumah peminjaman.
Ditanya soal hukuman atau denda bagi masyarakat yang mengembalikan karena telat pengembalian, dirinya dengan tegas mengatakan tidak ada hukuman maupun denda.
“Karena denda itu nanti tidak akan membaca. Yang penting buku itu pas waktunya dikembalikan. Perpustakaan ini untuk masyarakat, bagi yang tidak mengembalikan dijemput,” tegasnya.
Mahsuni berharap, meskipun ditengah pandemi Covid-19 dengan pengurangan aktivitas,
kepada masyarakat Bumi Sumekar agar gemar membaca.
