Kasatpol PP Sumenep Maki-Maki dan Ancam Bunuh Anggotanya

Kasatpol PP Sumenep, Purwo Edi Prawito (Sumber foto: Fauzi)

Sumenep – Viral di media sosial (Medsos) rekaman audio Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Sumenep  yang berisi ancaman pembunuhan kepada tiga orang anggotanya.

Rekaman yang berdurasi 5 menit 13 detik tersebut nampak terdengar suara Kasatpol PP Sumenep, Purwo Edi Prawito, yang memarahi anak buahnya yang bertugas sebagai sopir dalam bilik telfon.

“Sampaikan bahasaku, Goblok. Bapak marah, karena kamu, Deki dengan Holis tidak patuh pada waktu nganter Bapak hari Minggu, ditelfon mati semua HP-nya,” bunyi suara Purwo pada rekaman telfon yang viral tersebut, Sabtu (13/11/21) kemaren.

Tidak hanya itu saja, Purwo juga mengancam akan memberhentikan tiga personil Satpol PP jika tidak mematuhi perintahnya.

“Apapun alasannya, Deki tidak izin itu, kamu bisa nirukan omongan saya. Kamu panggil Deki sama Holis, kalau masih kerasan kerja di Satpol PP, nanti kalau saya sudah datang wajib nulis pernyataan,” ujarnya dengan nada   marah.

Pada rekaman telfon itu, Purwo juga catut nama Bupati Sumenep, Achmad Fauzi. Dengan lantang, dirinya tidak takut meski ada oknum Satpol PP yang menjadi beking Bupati Sumenep.

BACA JUGA:  Geram Soal Listrik, Warga Kangayan Lakukan Audiensi

“Kalau tidak ngikuti, saya berhentikan, ngerti! Saya tidak main-main, walaupun kamu bekingnya Bupati saya nggak ngurus, ngerti,” jelas dia.

Keseriusan itu, Purwo tunjukkan ketika ia bersumpah dengan nama Tuhan bahwa, lanjutnya dalam rekaman, jika tidak melayani Ibu Kasat, keluarganya akan dipecat dari jabatannya.

“Demi Allah pasti saya berhentikan. Pokoknya ingat, bilang ke Holis dan Deki wajib layani Bu Kasat, jangan sampai ada apa-apa dengan keluarga saya. Jangan sampai mobil itu tidak dicat merah, sekarang juga kamu telfon Deki. Selesai ujian, Deki harus ngecek plat merah mobil warna putih,” ucapnya.

Parahnya lagi, Purwo menegaskan bahwa tindakannya ini tidak pernah main-main, hingga terlontar ancaman pembunuhan.

“Ingat, jika sampai ada apa-apa pada keluarga saya, saya bunuh kamu, ngerti!”

Beredarnya audio tersebut, jurnalis madurapers.com mencoba mengkonfirmasi kepada Purwo, pihaknya mengakui jika hal tersebut diucapkannya tanpa sengaja alias khilaf.

“Kebetulan kemarin anak saya apes, tapi sudah diklarifikasi. Sudah dipanggil orangnya. Ini hanya masalah internal sopir saya, tidak ada tujuan lain, cuma gertakan mengingatkan,” katanya melalui sambungan selulernya.

BACA JUGA:  Vaksinasi di Destinasi Wisata Swasta Minim, Disparbudpora Sumenep: Itu Bukan Tanggung Jawab Saya

Dia pun kembali bersumpah, jika ucapan yang dinyatakannya dalam rekaman audio tersebut semata-mata hanyalah bentuk kekhawatiran pada keluarganya.

“Sumpah demi Allah hanya gertakan mengingatkan saja. Nggak ada tujuan lain,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan