Sumenep – Kenalkan sosok K.H. Abdurrahman Wahid ke publik, Pemuda Pecinta Gus Dur yang tergabung dalam Komunitas GUSDURian Sumenep, menggelar Lomba Mewarnai Sketsa Gus Dur bagi Anak-anak di Taman Tajamara Sumenep, Sabtu (8/4/2023) kemaren.
Kegiatan tersebut bekerjasama dengan Kinara Present dan melibatkan ratusan pelajar TK, RA dan PAUD, Selasa (11/4/2023).
Kegiatan itu sukses menarik perhatian masyarakat. Hal ini ditunjukkan dengan jumlah peserta kegiatan sekitar 200 orang. Total hadiah dalam kegiatan tersebut berjumlah Rp4.600.000 dan sejumlah doorprize (karcis berhadiah) bagi pengunjung.
Koordinator GUSDURian Sumenep, Zaynollah mengatakan dalam sambutannya, tujuan kegiatan tersebut adalah untuk menciptakan Ramadhan Ceria dengan kegiatan yang positif.
“Alhamdulillah, di momentum Ramadhan ini kita ingin menciptakan suasana Ramadhan yang riang gembira. Tentunya dengan kegiatan yang positif,” jelas dia, Sabtu (8/4/2023).
Mantan Ketua PC IPNU Sumenep ini menyebut, bahwa Gus Dur yang dianggap sebagai wali kesepuluh oleh masyarakat Madura ini penting untuk dikenalkan kepada anak-anak, guna menanamkan karakter positif sejak dini.
“Kita tahu Gus Dur adalah sosok yang dianggap masyarakat Madura sebagai wali kesepuluh. Sehingga mengenalkan sosok Gus Dur kepada anak-anak sejak dini merupakan satu hal yang sangat penting,” kata Wakil Ketua PW IPNU Jatim ini.
Mahasiswa Pascasarjana Hukum Tata Negara ini juga menyebutkan, kiprah Gus Dur sebagai mantan Presiden RI yang luar biasa patut untuk dijadikan teladan.
“Sebagai mantan presiden RI ke-empat, yang alim dan luar biasa, sehingga kita berharap pelajar TK dan PAUD ini bisa menteladani semangat Gus Dur,” sambungnya.
Sementara itu, Wildan Lipu Prasasti yang merupakan CEO Kirana Present mengungkapkan kebahagiaannya bisa menggelar event yang terbilang unik. Hal ini mengingat kegiatan tersebut merupakan kali pertama dengan jumlah peserta terbanyak di Jawa Timur.
“Alhamdulillah, sejauh ini memang terbilang cukup unik dan jarang di tempat lain lomba mewarnai Sketsa Gus Dur,” ungkapnya.
“Sebagian besar orang tua juga memanfaatkan kesempatan ini untuk menghabiskan waktu bersama keluarga dengan Ngabuburit,” lanjut Wildan.
Dia menambahkan, pihaknya akan terus berkomitmen mengawal nilai-nilai kebudayaan di Madura dengan konsep Milenial dan mudah diterima Masyarakat.
“Kita berkomitmen akan terus mengawal nilai-nilai kebudayaan di Madura, khususnya di Sumenep, dengan konsep-konsep yang lebih milenial dan mudah diterima oleh masyarakat umum,” katanya penuh semangat.
Sementara itu, Ketua PCNU Sumenep K.H. A. Pandji Taufiq, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengapresiasi upaya yang dilakukan anak muda dalam mengenalkan Gus Dur.
“Kalau ini bisa dikenalkan dengan cara yang lain kenapa tidak? Kita perlu apresiasi karena bisa menghimpun anak-anak dan ini luar biasa,” tuturnya.
Dia menyebut, upaya tersebut tidak lazim dilakukan namun sangat efektif. “Ini perlu sekali. Ini suatu acara yang tak lazim, tapi sangat menarik,” pungkasnya.
Rangkaian event Gebyar Budaya Ramadhan tersebut, tidak hanya lomba mewarnai, tatapi menghadirkan grup musik tradisional khas Madura, yang dikenal dengan Ul-Daul, beserta sejumlah stand bazar, yang menampilkan produk berbuka khas Madura.