Tokoh  

Mahbub ul Haq, Perintis Revolusi Pembangunan Manusia

Mahbub al Haq, Ilmuan Pembangunan Manusia

Bangkalan – Muhbub ul Haq merupakan seorang ahli ekonomi (ekonom) yang memberikan pemikiran luar biasa pada pembangunan manusia di dunia. Dia berasal dari keluarga yang menggunakan bahasa Urdu, yang lahir di Gurdaspur, Punjab Timur (ketika negara Pakistan berdiri menjadi wilayah Pakistan), India, pada 24 Februari 1934 dan meninggal dunia di New York, Amerika Serikat, pada 16 Juli 1998.

Pemikiran ul Haq banyak dipengaruhi oleh ilmuan liberal-kapitalis Amerika Serikat, sehingga dia berideologi liberal-kapitalis. Namun pada perkembangannya dia merekonstruksi pendapat liberal-kapitalis karena negara-negara miskin gagal menjadi makmur. Kegagalan ini sebagai akibat negara-negara miskin mengabaikan pembangunan dasar rakyatnya. Pembangunan dasar ini meliputi pendidikan, kesehatan, dan pendapatan ekonomi.

Di negara Pakistan dia dikenal sebagai pendukung kebijakan ekonomi Presiden Ayub Khan (1958-1969). Prinsip kapitalisme menurutnya sebagai dasar ekonomi nasional Pakistan. Oleh karena itu dia mendorong pemerintah Pakistan menerapkan prinsip pasar bebas untuk meningkatkan perekonomian negara. Faktor ideologi inilah yang membuat ul Haq menolak tawaran Presiden Zulfikar Ali Bhutto (1971-1977) yang beriodeologi sosialis untuk bergabung di kementerian rezim pemerintahannya.

Parves Hasan menyebut ul Haq sebagai pemimpin belanja sosial yang memberikan pengaruh yang kuat pada isu-isu sektor sosial (pendidikan dan keluarga berencana) di rezim pemerintahan Jenderal Muhammad Zia ul Haq Pakistan (1978-1988). Amartya Send dan Tam Dalyell menyebut pemikiran ul Haq membawa perubahan besar dalam pemahaman dan penghitungan proses pembangunan manusia di dunia. The Economist menyebut ul Haq sebagai salah satu tokoh visioner pembangunan internasional.

BACA JUGA:  Al Khawarizmi, Bapak Matematika Dunia

Pemikirannya membentuk filosofi pembangunan manusia di dunia pada abad ke-20. Pemikirannya “reorientasi pendekatan” pembangunan telah membantu pembangunan negara-negara ketiga yang berpenghasilan rendah. Oleh karena itu, dia disebut sebagai juru bicara paling pandai dan persuasif untuk negara-negara berkembang.

Selama bekerja di Bank Dunia (1970-1982) ul Haq mempengaruhi filosofi dan kebijakan kredit Bank Dunia. Kebijakan ini diarahkan perhatiannya pada program pengentasan kemiskinan dan peningkatan alokasi sumberdaya untuk produksi pertanian kecil, nutrisi, pendidikan, pasokan udara, dan sektor sosial lainnya.

Ketika menjabat sebagai Menteri Keuangan, Perencanaan dan Perdagangan Pakistan (1982-1988) ul Haq menetapkan kebijakan reformasi pajak, deregulasi ekonomi, penekanan pembangunan manusia, dan beberapa inisiatif pengentasan kemiskinan.

Saat menjadi penasehat khusus UNDP (United Nations Development Programme) ul Haq memimpin penyusunan program pembangunan manusia. Program ini berupa penyusunan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Indeks Pembangunan Manusia (Human Development Index: HDI) ini digunakan untuk mengukur hasil pembangunan lebih yang luas lagi. Ukuran keberhasilan pembangunan tidak hanya bertumpu pada pendapatan ekonomi saja tetapi diperluas pada kesejahteraan manusia. Program ini telah membuka jalan baru kebijakan pembangunan manusia di dunia.

BACA JUGA:  Ibn al-Haytham: Ilmuan Sederhana dan Bapak Optik Modern

Kesejahteraan manusia digunakan ul Haq di UNDP sebagai indikator HDI. Indikatornya meliputi usia angka harapan hidup, angka melek huruf dewasa, dan standar hidup layak.

Dimensi ukuran indikator usia harapan hidup ialah angka harapan hidup waktu lahir, indikator tingkat melek huruf dewasa ialah angka melek huruf dan rata-rata lama sekolah, dan indikator standar layak hidup ialah kemampuan daya beli.

Angka harapan hidup waktu lahir dipergunakan untuk mengukur tingkat kesehatan masyarakat, tingkat melek huruf dan rata-rata lama sekolah dipergunakan untuk mengukur tingkat pendidikan masyarakat, dan kemampuan daya beli dipergunakan untuk mengukur tingkat kesejahteraan masyarakat.

Skala HDI UNDP ini ada tiga level. Ketiga level tersebut adalah level bawah jika nilai HDi-nya < 0,50 (5,00), level menengah jika nilai HDI-nya 0,50-0,80 (5,00-8,00), dan level atas jika HDI-nya > 0,80 (8,00).

Untuk menghormati jasanya UNDP (Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa) menetapkan Mahbub ul Haq Award tahun 2000.  Mahbub ul Haq Award diberikan UNDP kepada tokoh nasional, regional, dan dunia yang telah menunjukkan komitmen luar biasa pada kemajuan pembangunan manusia.

BACA JUGA:  Abbas Ibn Firnas, Polymath Insinyur Penemu

Tokoh yang menerima Mahbub ul Haq Award ini antara lain Fernando Henrique Cardoso (2002), Presiden Brasil, Fazie Hasan Abed (2004), pendiri Bangladesh Rural Advancement Committee (Komite Kemajuan Pedesaan Bangladesh), Sheila Watt-Cloutier (2007), aktivis komunitas arktik/wilayah kutub utara (community arctic), Frances Stewart (2009), penulis, peneliti, dan advokat untuk pembangunan manusia, dan Gro Harlem Brundtland (2014), mantan Perdana Menteri Norwegia dan anggota The Elders.

Tinggalkan Balasan