Site icon Madurapers

Menjelang Tutup Tahun, Vaksinasi di Sumenep Belum Capai Target

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi saat menyaksikan langsung proses vaksinasi di Pondok Pesantren Ar-raudhah Sumenep beberapa waktu lalu. (Sumber Foto: Istimewa)

Sumenep – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) sudah mengupayakan berbagai cara untuk meningkatkan capaian vaksinasi, mulai dari menyisir Pondok Pesantren (Ponpes) hingga ke sekolah di lingkungan Pemkab setempat.

Bahkan, untuk meningkatkan capaian vaksinasi Pemkab bekerjasama dengan pemerintah di tingkat Kecamatan maupun Desa untuk melakukan dor to dor alias vaksinasi di jalan agar masyarakat melakukan vaksinasi.

Upaya itu dilakukan pemerintah setempat, sebagai upaya menciptakan hard immunity masyarakat yang nantinya kebal akan virus Covid-19 yang melanda negeri ini.

Namun, meskipun upaya itu dilakukan masih saja capaian vaksinasi di Sumenep masih di bawah target. Diketahui pemerintah memiliki terget 50 persen hingga saat ini pertanggal (17/12/21) vaksinasi di Sumenep masih mencapai 41.18 persen. Capaian tersebut masih tergolong masih minus, karena sebentar lagi akan menghadapi Hari Raya Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022. Dimana masyarakat pada biasanya melakukan aktivitas di luar rumah.

menanggapi hal tersebut, Kepala Dinkes Sumenep, Agus Mulyono mengatakan optimis capaian Vaksinasi Covid-19 bisa tembus 50 persen dari sasaran sebelum tutup tahun 2021.

“Kami masih ada waktu sekitar 2 minggu untuk bisa mencapai 50 persen warga yang tervaksin hingga tutup tahun,” kata Agus kepada jurnalis Madurapers.

Agus menilai antusias masyarakat Sumenep terus meningkat untuk divaksin Covid-19. Jika capaian vaksinasi bisa 50 persen dari sasaran di akhir tahun, maka di awal tahun Kabupaten Sumenep akan turun ke level 2.

“Saat ini Kabupaten Sumenep masih di level 3. Nah, ketika mencapai 50 persen warga yang sudah divaksin, maka akan masuk level 2,” kata Agus.

Pihaknya mengungkapkan, target vaksinasi ini harus tercapai demi membentuk herd immunity (kekebalan kelompok) di masyarakat.

“Sampai detik ini, Tim Satuan Tugas (Satgas) Covid-19, dan TNI-Polri terus gencar melaksanakan vaksinasi,” tegasnya.

Unsur pemerintah ini tidak pernah lelah mengajak masyarakat agar disiplin Protokol Kesehatan (Prokes) yakni memakai masker, hindari kerumunan serta menjaga pola hidup bersih dan sehat.

Akan tetapi, pihaknya juga meminta dukungan dari masyarakat, stakeholder, tokoh agama, pemuda, kiai, pondok pesantren, dan semua pihak untuk memberikan pemahaman dan dorongan percepatan vaksinasi di Kabupaten ujung timur pulau Madura.

“Saya kira tidak bisa dicapai, jika tidak bergerak bersama-sama, bersama-sama gotong royong meningkatkan kesadaran masyarakat dalam capaian vaksinasi,” pungkasnya.

Exit mobile version