Pemkab Sumenep Gelar Operasi Rokok Ilegal di 18 Kecamatan Daratan

Tim pemberantas rokok ilegal Kabupaten Sumenep, saat menggelar razia ke beberapa warung dan toko. (Keterangan Foto: Istimewa)

Sumenep – Operasi rokok ilegal kembali dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur. Salah satunya, dengan melakukan razia di sejumlah warung dan toko di berbagai tempat wilayah pengawasan Pemkab setempat, Sabtu (27/11/21) kemaren.

Pemberantasan rokok tanpa pita bea cukai itu getol dilakukan untuk menekan peredaran rokok ilegal yang semakin meningkat di
Kabupaten ujung pulau garam.

Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Sumenep, Ach. Laili Maulidy mengatakan, ada sekitar 18 Kecamatan untuk wilayah daratan di Sumenep yang telah dilakukan operasi pemberantasan rokok ilegal.

“Wilayah kita ini luas, tidak mungkin tim kami melakukan operasi di 18 Kecamatan dalam waktu sehari saja”, kata Laili saat dimintai keterangan oleh jurnalis madurapers.com, Sabtu (27/11/21) kemaren.

Pihaknya menjelaskan, kegiatan pemberantasan rokok ilegal sendiri bersifat gabungan alias dibentuk tim, yang anggotanya terdiri dari Kabag Setdakab Perekonomian Pemkab Sumenep, Tentara Nasional Indonesia – Kepolisian Republik Indonesia (TNI-Polri), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Bea Cukai, dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumenep.

“Kenapa bea cukai? Karena disini sebagai instansi yang punya kewenangan terkait pemberantasan rokok ilegal itu, wajib hukumnya masuk tim tersebut. Ini tim yang ada di kami,” jelasnya.

BACA JUGA:  Dinas Perikanan Imbau Nelayan Gunakan Alat Tangkap Ramah Lingkungan

Dia menyebut, tim tersebut terdiri dari pihak bea cukai yang memiliki satu tim dua orang, dan tim dua dua orang. Kemudian pihak Polri tim satu dan tim dua sama-sama dua orang, dilanjutkan TNI satu orang pada masing-masing tim.

Dilanjutkan Satpol PP dua orang dimasing-masing tim, dan Kabag Perekonomian Setdakab Sumenep kebagian kinerja tim yang bervariasi. Terakhir, yaitu Disperindag yang memiliki satu orang di masing-masing tim.

“Kalau di kita kadang dalam satu tim bertiga, sebab banyak kegiatan di kami yang berbenturan. Kadang sampai berempat dalam satu tim. Di dua tim ini kita nyebar, sasarannya tidak di satu Kecamatan, biar cakupannya banyak masuknya,” paparnya.

Artinya, lanjut Laili memaparkan, dalam satu hari rata-rata ada empat Kecamatan yang telah didatangi. Dimana, di tim satu dan dua itu masing-masing sasarannya ada yang dua dan ada yang tiga selama satu hari.

Tinggalkan Balasan