Sumenep – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep terus tingkatkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) milik masyarakat. Pasalnya, melalui UMKM dinilai mampu menyerap paling banyak tenaga kerja dan tingkatkan perekonomi suatu daerah.
Upaya yang tengah dilakukan Pemkab berhasil wajibkan para pemilik usaha toko modern di Sumenep dengan memasukkan 15% dari isi toko yang berasal dari para pelaku usaha UMKM lokal.
Kemuadian, langkah Pemkab saat ini sedang berusaha untuk meningkatkan pemasaran ke luar Sumenep, bahkan ke luar negeri. Sontak sejumlah negara seperti Turki, Dubai, Qatar dan Arab Saudi telah minta sampel produk UMKM masyarakat Bumi Sumekar.
Semangat berwirausaha inilah nantinya akan kembali diorbitkan dari kalangan masyarakat Kota Keris yang putus sekolah atau tidak menempuh sekolah formal.
Masyarakat tersebut kemudian diwajibkan mengikuti kejar paket, mulai kejar paket A, kejar paket B, dan kejar paket C.
“Kelompok ini bukan hanya berhasil membaca dan menulis, yang mereka tulis bukan ‘Ini Budi, Ini Ibu Budi, Ibu Budi pergi ke pasar’. Bukan itu,” kata Dewi Khalifah, Wakil Bupati Sumenep, Senin (13/12/21) kemarin.
Menurut Wabub yang akrab disapa Nyai Efa, peserta yang mengikuti kejar paket itu tidak hanya bisa membaca dan menulis, malainkan belajar resep makanan dan praktek olahan makanan.
“Kita ajarkan resep donat misalnya, 1 Kg tepung terigu, 200 gram mentega. Setelah selesai mereka bisa membaca, kita akan mempraktekkan dari apa yang dipelajari dari resep masakan itu,” katanya.
Tidak hanya itu saja, setelah mereka bisa mempraktekkan olahan makanan. Menurut Nyai Efa akan diajarkan bagaimana management pemasaran sebuah produk hingga pengelolaan keuangan.
“Jadi bertahap, setalah selesai belajar komposisi makanan. Maka mereka belajar pemasaran. Setelah belajar pemasaran, mereka akan belajar akutansi keuangan,” tegasnya.
Setelah tahapan demi tahapan diikuti oleh peserta kejar paket dan mampu memproduksi sendiri sebuah produk. Pemerintah akan hadir sebagai pihak pemodal.
“Kemudian ketika mereka sudah mengeluarkan produk, kita dampingi dengan modal melalui Bank BPRS,” paparnya.
Harapannya, dengan adanya program Belajar sambil Wirausaha dapat membangkitkan semangat usaha dan bermunculan UMKM baru dengan produk usaha yang berbeda dengan UMKM lainnya.
“Kita upayakan masyarakat mempunyai ladang khususnya pelaku UMKM di Sumenep,” tutupnya.