Penjemasan Pusaka di Sumenep Bertepatan 7 Sura, Begini Penjelasan Empu Sanamo

Ketua Paguyuban Keris Pelar Agung, Empu Sanamo saat diwawancarai oleh sejumlah awak media. (Sumber Foto: Fauzi)

Sumenep – Penjamasan pusaka warisan para leluhur Desa Aeng Tong-Tong, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep dan pusaka Keraton Sumenep dilaksanakan pada 7 Sura 1444 tahun Jawa atau 6 Agustus 2022 dalam tahun Masehi.

Diketahui, terdapat 7 pusaka milik Keraton Sumenep dan 7 pusaka milik para leluhur masyarakat Desa Aeng Tong-Tong yang dilakukan penjemasan oleh para mpu dan masyarakat desa setempat.

Ketua Paguyuban Keris Pelar Agung, Empu Sanamo mengatakan bahwa tanggal 7 Sura 1444 tahun Jawa diyakini merupakan momen sakral bagi masyarakat Jawa terutama para empu keris di Desa Aeng Tong-Tong setempat.

Pasalnya, tanggal 7 Sura diketahui memiliki filosofis tinggi yang menjadi menjadi tradisi dan kepercayaan para leluhur. Sehingga tanggal tersebut dilanjutkan oleh generasi berikutnya.

“Kepercayaan setiap tanggal 7 Sura sudah menjadi budaya masyarakat di sini mas. Alasannya, ya angka 7 itu merupakan angka penciptaan. Penciptaan langit, bumi dan yang lain,” katanya kepada media ini, Sabtu (06/08/2022).

Pria yang saat ini berusia 53 (lima puluh tiga tahun) ini juga mengungkapkan, sebelum acar penjamasan dimulai, seluruh empu keris khususnya di Desa Aeng Tong-Tong setempat terlebih dahulu melakukan musyawarah.

BACA JUGA:  Dinsos Sumenep Pastikan Penerima BPNT Tepat Sasaran.

Musyawarah tersebut, lanjut Empu Sanamo, para empu menyiapkan beberapa rangkaian kegiatan seperti mengambil halnya mengambil air dari 7 (tujuh) sumur yang dinilai keramat dan berbeda tempat.

“Dari 7 (tujuh) sumur tersebut, antara lain adalah Sumur Tamansare Keraton Sumenep dan sumber mata air Lembung yang pernah ditempati oleh Bindara Saod,” katanya menjelaskan.

Tinggalkan Balasan