Pergantian Tahun 2022, Bupati Sumenep Imbau Tetap di Rumah dan Patuhi Prokes

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi saat diwawancarai oleh sejumlah awak media beberapa waktu lalu. (Sumber Foto: Fauzi)

Sumenep – Menjelang pergantian tahun 2022, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur imbau masyarakat tidak bepergian. Pasalnya, kota yang terletak di ujung timur Madura itu sampai saat ini masih dalam Penerapan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3.

Penerapan PPKM level 3 ini, masyarakat tidak diperbolehkan untuk menggelar kegiatan yang bisa menimbulkan kerumunan, apalagi pada saat malam pergantian tahun 2022.

Untuk itu, Bupati Sumenep, Achmad Fauzi mengatakan, demi mencegah penyebaran Covid-19 yang belum berakhir sampai saat ini, masyarakat diimbau tidak melakukan kegiatan ke luar kota.

“Saya berharap, masyarakat tidak melakukan perjalan keluar kota, saat libur tahun baru 2022, tetapi sebaiknya menikmati liburan bersama keluarga di daerah saja,” katanya pada jurnalis madurapers.com, Senin (28/12/21).

Dirinya menjelaskan, bahwa mobilitas masyarakat yang ke luar kota akan berdampak pada lonjakan kasus Covid-19 seperti pada libur panjang sebelumnya tahu sebelumnya.

“Pemerintah tidak melarang masyarakat menjalankan kegiatan, hanya saja. Sebisa mungkin masyarakat tidak bepergian ke luar kota, tetapi bisa menikmati liburan wisata di dalam daerah,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Enam Tahun Tidak Usai, Dugaan Korupsi Gedung Dinkes Sumenep Masih Jadi Atensi Mahasiswa

Bupati Fauzi menegaskan, selama hari libur panjang pergantian tahun 2022, masyarakat harus hati-hati dalam mencegah penularan Covid-19 di Kabupaten Sumenep.

” Tetap patuhi Protokol Kesehatan (Prokes) setiap menjalankan aktivitasnya sehari-hari, meskipun angka kasus Covid-19 di Kabupaten Sumenep turun atau nol persen,” tegasnya.

“Masyarakat tetap disiplin dan konsisten menjalankan Proses, seperti memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan, sebagai upaya mencegah penularan Covid-19,” sambungnya..

Dia mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga Kabupaten Sumenep aman dan bebas Covid-19. Jangan sampai kasus Covid-19 kembali meningkat, bahkan menimbulkan korban jiwa.

“Yang jelas, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam mencegah penularan Covid-19 di Kabupaten Sumenep, tetapi membutuhkan peran serta masyarakat,” kata Bupati Fauzi dalam ajakannya.

Menurutnya, salah satu poin pentingnya adalah mengurangi mobilitas ke luar kota pada saat malam pergantian tahun 2022.

“Masyarakat tetap di Rumah, itu bagian kontribusi untuk pencegahan penularan Covid-19,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan