Pertumbuhan Ekonomi Bangkalan Sangat Rendah

ilustrasi

Bangkalan – Selama periode 2016-2020 pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bangkalan sangat rendah. Hal ini karena pertumbuhan ekonominya berada jauh di bawah target pertumbuhan ekonomi Pemerintah Pusat dan Provinsi Jawa Timur. Rata-rata pertumbuhannya hanya sebesar 0,77% di bawah Provinsi Jawa Timur yang mencapai 3,93%.

Selama periode tersebut, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bangkalan fluktuatif. Tahun 2016-2018 mengalami peningkatan positif, tahun 2019 mengalami penurunan, dan tahun 2020 mengalami kontraksi negatif.

Pertumbuhannya tahun 2016 hanya sebesar 0,66%, tahun 2017 meningkat menjadi 3,53%, dan tahun 2018 meningkat kembali menjadi 4,22%. Pada tahun 2019 pertumbuhannya mengalami pelambatan dari tahun sebelumnya, yakni menurun menjadi 1,03% dan tahun 2020 mengalami kontraksi sebesar -5,59%.

Demikian juga halnya dengan kondisi ekonominya tanpa sektor migas. Pada tahun 2016 pertumbuhan ekonominya sebesar 5,30%, tahun 2017 menurun menjadi 4,67%, tahun 2018 meningkat menjadi 5,09%, tahun 2019 menurun kembali menjadi 4,49%, dan tahun 2020 mengalami kontraksi sebesar -2,73%. Rata-rata pertumbuhannya selama periode ini 3,36%.

Berdasarkan ADHK (Atas Dasar Harga Konstan) tahun 2010, PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) Per Kapita Kabupaten Bangkalan tahun 2016 sebesar 17,68 triliun, tahun 2017 meningkat menjadi 18,15 triliun, tahun 2018 meningkat menjadi 18,76 triliun, tahun 2019 meningkat menjadi 18,80 triliun, dan tahun 2020 turun menjadi 17,62 triliun.

BACA JUGA:  Utang Luar Negeri Indonesia di Tahun 2021 Naik Signifikan

Demikian juga halnya dengan PDRB Per Kapita Tanpa Migas-ADHK 2010 Kabupaten Bangkalan Tahun 2016-2020. PDRB Per Kapitanya tahun 2016 sebesar 12,26 triliun, tahun 2017 meningkat menjadi 12,77 triliun, tahun 2018 meningkat menjadi 13,26 triliun, tahun 2019 meningkat menjadi 13,75 triliun, dan tahun 2020 menurun menjadi 13,27 triliun.

PDRB Per Kapita periode tersebut menunjukkan bahwa kinerja ekonomi secara riil Kabupaten Bangkalan mengalami peningkatan, kecuali tahun 2020. Meski demikian, dari segi pertumbuhannya masih sangat rendah karena berada di bawah target pertumbuhan ekonomi Pemerintah Pusat dan Provinsi Jawa Timur.

Pertumbuhan ini memperlihatkan bahwa pertambahan jumlah barang dan jasa yang dihasilkan lapangan usaha ekonomi Kabupaten Bangkalan selama kurun waktu tersebut masih sangat rendah dibandingkan dengan Provinsi Jawa Timur. Dengan kata lain, kondisi ekonomi riil Kabupaten Bangkalan tidak memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Timur periode 2016-2020.

Tinggalkan Balasan