Pertumbuhan Ekonomi Sampang Rendah

Ilustrasi Pertumbuhan Ekonomi Sampang.

Sampang – Kinerja ekonomi Pemerintah Daerah Kabupaten Sampang selama periode 2016-2020 kurang baik. Selama periode ini pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sampang rendah dan terus mengalami penurunan. Pertumbuhan ekonominya berada di bawah Provinsi Jawa Timur, kecuali tahun 2016 yang mencapai 6,17%. Rata-rata pertumbuhannya sebesar 3,31% masih berada di bawah Provinsi Jawa Timur yang mencapai 3,93%.

Dengan demikian, artinya kondisi ekonomi riil Kabupaten Sampang tidak memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Timur periode 2016-2020.

Selama periode tersebut, ekonomi Kabupaten Sampang tidak berkembang positif/signifikan. Pada tahun 2016 pertumbuhan ekonominya mencapai 6,17%. Pada tahun 2017-2019 pertumbuhannya mengalami pelambatan dan bahkan tahun 2020 mengalami kontraksi.

Tahun 2017 pertumbuhan ekonominya menurun menjadi 4,69%, tahun 2018 menurun menjadi 4,11%, tahun 2019 menurun menjadi 1,85%, dan tahun 2020 mengalami kontraksi sebesar -0,29%.

Linier dengan kondisi ekonomi tersebut, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sampang tanpa sektor migas juga fluktuatif. Pertumbuhannya tahun 2016 sebesar 4,95%, tahun 2017 meningkat menjadi 5,02%, tahun 2018 menurun menjadi 4,44%, tahun 2019 meningkat menjadi 4,76%, dan tahun 2020 mengalami kontraksi sebesar -0,11%. Rata-rata pertumbuhannya selama periode ini 3,81%.

BACA JUGA:  1093 Perempuan di Sampang Jadi Janda Selama Pandemi Covid-19

Berdasarkan ADHK (Atas Dasar Harga Konstan) 2010, PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) Per Kapita-nya tahun 2016 sebesar 13,30 triliun, tahun 2017 meningkat menjadi 13,78 triliun, tahun 2018 meningkat menjadi 14,19 triliun, tahun 2019 meningkat menjadi 14,30 triliun, dan tahun 2020 melambat dari tahun 2019, yakni sebesar 14,11 triliun.

Paralel dengan PDRB tersebut, PDRB Per Kapita Tanpa Migas-ADHK 2010 Kabupaten Sampang juga menunjukkan demikian. PDRB-nya tahun 2016 sebesar 12,26 triliun, tahun 2017 meningkat menjadi 12,77 triliun, tahun 2018 meningkat menjadi 13,26 triliun, tahun 2019 meningkat menjadi 13,75 triliun, dan tahun 2020 menurun menjadi 13,27 triliun

Kondisi ekonomi riil tersebut (PDRB Per Kapita tahun 2016-2020) menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sampang periode 2016-2020 masih rendah. Hal ini karena pertumbuhannya berada di bawah Provinsi Jawa Timur. Artinya, dengan demikian, pertumbuhan pertambahan jumlah barang dan jasa yang dihasilkan lapangan usaha ekonomi Kabupaten Sampang selama kurun waktu tersebut masih rendah, tidak sesuai dengan rencana/target Pemerintah Pusat/Provinsi Jawa Timur.

BACA JUGA:  Aktualisasi E-MU dalam Kemandirian dan Kesejahteraan Ekonomi Madura

Tinggalkan Balasan