Polres Nganjuk Bongkar Mafia Pupuk Subsidi

Sebanyak 115,5 ton pupuk subsidi berhasil diamankan Polres Nganjuk dalam ungkap kasus penyalahgunaan pupuk bersubsidi yang seharusnya menjadi hak petani anggota Poktan (Sumber Foto : Humas Polres Nganjuk)

Nganjuk – Polres Nganjuk berhasil mengungkap jaringan penyalahgunaan pupuk bersubsidi di wilayah Kabupaten Nganjuk dan mengamankan tiga tersangka dari dua Tempat Kejadian Perkara (TKP) terpisah. Total barang bukti yang berhasil diamankan mencapai 111,5 ton pupuk bersubsidi jenis Urea, ZA Phonska dan SP36.

Para tersangka melakukan penyalahgunaan dengan menjual pupuk bersubsidi kepada orang lain yang bukan merupakan anggota Kelompok Tani (poktan) sesuai dengan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok Tani (RDKK).

Kapolres Nganjuk AKBP Boy Jeckson, S.H., S.I.K., M.H., menyebut jajarannya akan mengejar pelaku penyalahgunaan pupuk bersubsidi yang merugikan orang banyak. Ia mengingatkan kepada para pelaku penyalahgunaan pupuk bersubsidi tersebut untuk menghentikan perbuatan jahatnya.

“Kasihan para petani. Mari dukung petani kita, terlebih mengingat saat ini sedang musim tanam. Jangan sampai terjadi kelangkaan, karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak. Jajaran Polres Nganjuk akan mencari dan menemukan para pelaku serta mafia ini bakal kita bongkar,” janjinya.

Kerja keras Polres Nganjuk membongkar mafia pupuk subsidi ini mendapat apresiasi dari Pelaksanaan Tugas (Plt) Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi. Menurutnya, kerja keras Polres Nganjuk tersebut menjadi jawaban atas masalah kelangkaan pupuk bersubsidi di Kabupaten Nganjuk selama beberapa waktu terakhir.

BACA JUGA:  Nahkoda KMP Yunicee Divonis 2 Tahun Penjara, Syahbandar dan Kacab PT STL Dibebaskan

“Inilah permasalahan-permasalahan di Nganjuk sejak kurang lebih akhir tahun lalu. Di mana banyak sekali keluhan petani mengenai kelangkaan pupuk,” kata Marhaen, panggilan karibnya, dalam konferensi pers pengungkapan penyalahgunaan pupuk bersubsidi, Kamis (20/1/2022).

Melihat fenomena kelangkaan pupuk subsidi di Nganjuk, Marhaen mempunyai keyakinan pasti ada sesuatu yang tidak pas.

Maka dari itu, Pemkab Nganjuk kata Marhaen bersama DPRD Kabupaten Nganjuk berkonsultasi sekaligus berkomunikasi dengan Kapolres Nganjuk untuk memutus mata rantai mafia pupuk subsidi ini sehingga tidak merugikan masyarakat.

Marhaen berjanji Pemkab Nganjuk akan terus fokus mengatasi permasalahan yang dihadapi warganya, termasuk soal kelangkaan pupuk subsidi. Ia menerangkan pihaknya akan selalu melakukan pemantauan perkembangan permasalahan yang terjadi di masyarakat Kabupaten Nganjuk.

Seperti yang disampaikan Kapolres Nganjuk, sambung Marhaen yang meminta jangan main-main dengan petani.

Dia mewakili Pemkab Nganjuk dan masyarakat Kabupaten Nganjuk sangat mengapresiasi atas temuan permasalahan-permasalahan hukum yang terkait dengan pupuk bersubsidi tersebut.

“Terimakasih, saya ucapkan selamat dan sukses kepada Kapolres Nganjuk beserta jajarannya,” pungkasnya.

BACA JUGA:  Kolaborasi Khofifah dan Irjen Nico Hasilkan SMAN 2 Taruna Bhayangkara

Hal senada diutarakan Baihaki Akbar, S.E., SH., Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (Sekjen DPP) Lembaga Advokasi Rakyat Merdeka Gerakan Anti Korupsi (LARM – GAK). Baihaki, sapaan akrabnya, kepada Madura Pers, Sabtu (21/1/2022) juga mengapresiasi kinerja dan keberhasilan jajaran Polres Nganjuk, yang berhasil membongkar jaringan penyalahgunaan pupuk bersubsidi di wilayah kabupaten Nganjuk.

“Kami mengapresiasi keberhasilan Kapolres Nganjuk, yang telah berhasil membongkar jaringan penyalahgunaan pupuk bersubsidi di wilayah kabupaten Nganjuk,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan