Polres Sumenep Minta Debt Colector Lebih Humanis

Dua orang laki-laki yang diduga oknum Debt Collector dari Adira saat adu mulut dengan seorang pria (Sumber Foto: Screenshot Video)

Sumenep – Masyarakat Sumenep kembali dihebohkan oleh dua seorang laki-laki yang diduga oknum Debt Collector dari Adira yang mengakibatkan adu mulut. Kejadian tersebut, terjadi pada Rabu (15/12/21) kemaren, sekitar Pukul 09.30 WIB, di depan Kantor FIF, Jl. Diponegoro Kabupaten Sumenep.

Diketahui, pria asal Sumenep itu nikat adu mulut dengan oknum Debt Colector warga Desa Lenteng yang kebetulan bekerja di Toko Surya. Berdasarkan informasi yang dihimpun, pria ini membantu seorang wanita pengendara sepeda motor yang diberhentikan oleh dua orang tersebut.

Peristiwa tersebut sempat diabadikan melalui video oleh salah satu warga yang tak jauh dari lokasi kejadian. Sontak sejumlah pengguna WhatsApp beramai-ramai membagikan Video yang sempat menggegerkan masyarakat itu.

Menanggapi peristiwa tersebut, Kasubbag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti mengatakan telah memberikan himbauan kepada para Debt Collector. Kemudian kepada masyarakat yang kendaraannya dirampas silahkan laporkan resmi kepada pihak polres setempat.

Pelaporan dari masyarakat menurutnya sangat penting, pasalnya dengan adanya laporan resmi ada dasar untuk melakukan penindakan.

BACA JUGA:  Pemberangkatan 671 Calon Jemaah Haji Asal Sumenep Tidak Jelas, Begini Kata Kemenag

“Saat video viral, saya sudah ngecek di satreskrim polres Sumenep belum ada laporan masyarakat yang merasa dirugikan oleh tindakan Debt Collector ini,” katanya, Kamis (16/12/21).

Saat ini, polwan yang akrab disapa Bu Widi itu hanya bisa mengimbau, kepada masyarakat yang merasa dirugikan oleh dept Colector itu segera mungkin untuk melapor ke kepolisian.

“Karena untuk melakukan tindakan kita gak punya dasar hukum,” tegasnya.

Mantan Kapolsek Kota itu, mengaku sesuai dengan instruksi Polri agar para dept kolektor untuk memberikan pemahaman dalam mengambil barang yang mungkin disinyalir belum bayar itu.

“Jangan dilakukan di jalanan, silahkan diundung datang ke kantornya,” pinta Widi.

Tindakan para Debt Collector saat merampas secara paksa dianggap kurang humanis.

“Saat ini kita untuk penegakan hukum petunjuk pimpinan kita harus melakukan humas,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan