Oknum Tenaga Instalasi Listrik di Pulau Kangean Lakukan Ancaman, Begini Keterangan Korban

Ilustrasi (Istimewa)

Sumenep – Oknum tenaga instalasi listrik di Kecamatan Kangayan, Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, yang sempat melakukan ancaman pada warga setempat karena hendak melaporkan pihaknya terkait dugaan pungli di balik mahalnya harga pemasangan Kilo Watt Hour (kWh) Meter, kini sudah semakin terungkap motifnya.

Menurut korban berinisial PL yang merupakan warga Kecamatan Kangayan, Sumenep itu mengungkapkan, bahwa oknum yang sempat mengancam dirinya adalah petugas instalasi. Pasalnya, motif ancaman tersebut yaitu agar pihak instalasi itu tidak dilaporkan terkait kasus mahalnya pemasangan kWh meter di Kepulauan Kangean.

“Kemarin itu sempat ada orang yang datang dari bagian pemasangan kWh meter, dia bilang ke kita bahwa akan ada pencabutan kWh meter kalau kasus ini tetap dilaporkan,” ungkap PL saat dikonfirmasi oleh media ini, Selasa (10/08/2021).

Saat ditanya lebih mendalam tentang identitas oknum tersebut, PL mengaku tidak mengenalnya sebab baru berjumpa pada hari itu juga.

“Kami tidak tahu identitas jelasnya, tapi kalau namanya Pak Ilham. Kalau sampai sekarang tidak ada yang datang lagi,” katanya.

BACA JUGA:  154 SD di Sumenep Krisis Pemimpin, Begini Kata Kadisdik

Menurut PL, Insiden itu berlangsung pada saat dia berkunjung kerumah saudaranya yang sedang memasang kWh meter. Seiring dengan hal tersebut oknum tenaga instalatir bernama Ilham itu melakukan ancaman pencabutan kWh meter milik saudaranya, jika kasus tersebut berlanjut dilaporkan.

“Jadi yang pasang itu saudara saya, dan dia (Ilham) bilang kalau kWh saudara saya akan dicabut kalau kasus ini tetap dilaporkan. Mendengar itu saya diam saja, karena saya takut benar-benar dicabut, jadinya kan kita tidak enak nantinya sama saudara saya yang pasang kWh itu,” terangnya.

Pemasangan kWh meter milik saudara PL yang mendaftar melalui Ilham itu seharga 4 juta lebih dengan daya 1300 VA (voltase ampere) peruntukan rumah tangga.

“Waktu itu harga keseluruhan dengan kabelnya, saat saudara saya pasang itu sekita 4 juta lebih. Jadi daftarnya itu langsung ke Pak Ilham dan yang masang juga Pak Ilham,” pungkasnya.

Sekadar ingin mengklarifikasi lebih mendalam, pewarta media ini menghubungi Ilham melalui sambungan teleponnya dengan nomor +628233297XXXX. Namun hingga berita ini ditulis, telepon pewarta dengan Ilham belum dapat tersambung.

BACA JUGA:  Proyek Pembangunan Pasar Anom Mendapat Kritik dari Pakar Hukum, Begini Tanggapan Pemenang Lelang

Tinggalkan Balasan