Sambut Pilkades Serentak, Pemkab Sumenep Gelar Deklarasi Damai

Penandatanganan deklarasi damai Pilkades serentak tahun 2021 (Sumber Foto: Fauzi)

Sumenep – Menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tahun 2021, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, gelar deklarasi damai yang terpusat di Aula Pendopo Pemkab guna mewujudkan situasi yang kondusif, Kamis (18/11/21).

Kegiatan Deklarasi diawali dengan pembacaan teks pernyataan Deklarasi Damai Pilkades serentak tahun 2021. Kemudian dilanjutkan dengan tanda tangan secara bergiliran di depan papan deklarasi.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung Bupati Sumenep, Kapolres Sumenep, Kodim Sumenep, dan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Turut diikuti secara virtual oleh Calon Kepala Desa (Cakades), Panitia Pilkades, dan pemerintah di tingkat kecamatan setempat.

Pilkades serentak dijadwalkan berlangsung pada 25 November mendatang. Sebanyak 28
desa di 27 kecamatan menggelar Pilkades, dengan jumlah total Cakades 251 orang.

Bupati Sumenep, Ahmad Fauzi, dalam kesempatan itu mengimbau kepada seluruh Cakades agar bersaing secara sehat, untuk mewujudkan pemilihan yang jujur dan damai.

“Mari tanaman jiwa sportivitas sehingga pilkades berjalan aman, tertib, dan lancar,” pesannya, Kamis (18/11/21).

Ia juga menegaskan, deklarasi damai bukan sebatas acara seremonial, tapi untuk menunjukkan komitmen para calon dan seluruh pihak yang terlibat.

BACA JUGA:  Tak Kalah dengan PNS, DPR dapat Pensiunan

“Keberhasilan penyelenggaraan pilkades sangat ditentukan kerja sama dan koordinasi seluruh pihak, baik calon kepala desa, panitia, pengamanan. Mari jaga pelaksanaan pilkades yang baik sesuai aturan yang ada,” tegasnya.

Selain itu, pihaknya juga meminta kepada panitia Pilkades agar bekerja secara profesional dalam menyelenggarakan pesta demokrasi di tingkat desa ini.

“Panitia jangan toleh kanan dan kiri. Artinya bekerja untuk warga desa, bukan untuk salah satu calon. Harus amanah dan taat terhadap aturan”, pintanya.

Ditanya soal vaksinasi sebagai pra syarat Pilkades, pihaknya membantah bahwa vaksinasi tidak menjadi aturan dalam pelaksanaan Pilkades serentak.

“Masyarakat tidak harus menunjukkan kartu vaksin saat memilih, karena Vaksinasi tidak diatur dalam Pilkades. Cukup mematuhi Prokes saja”, tendasnya.

Tinggalkan Balasan