Surabaya – Sengketa Senat Mahasiswa (SEMA) Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Ampel Surabaya tak kunjung terselesaikan, bahkan kini makin memanas, Senin (13/6/2022).
Sengketa itu awal mulanya ada beberapa oknum anggota SEMA Fakultas Syariah dan Hukum juga didukung oleh ketua DEMA Fakultas Syariah dan Hukum yang mengadakan agenda KBMF (Kongres Besar Mahasiswa Fakultas) secara dadakan.
Agenda KBMF tanpa sepengetahuan dan izin dari ketua SEMA FSH dan anggota SEMA FSH UINSA. Alasan utama diadakannya agenda KBMF ilegal ini guna mendapatkan surat rekom dari SEMA FSH untuk mencalonkan diri menjadi Ketua SEMA Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, yang diperkasai Ery Mahmudi yang berposisi sebagai bendahara SEMA FSH.
Dari pihak SEMA FSH sudah mengajukan keberatan perihal adanya agenda KBMF ilegal yang diadakan oleh oknum yang berkepentingan tersebut.
