Hikmah  

Shalat Duha, Kiat Sedekah untuk Anggota Tubuh Manusia

foto salim
Illustration by madurapers.com

Bangkalan – Allah SWT, mengaruniai  manusia di setiap harinya dengan nikmat yang melimpah, mulai dari bangun tidur hingga ia tidur kembali, yang bila nikmat itu dihitung, niscaya manusia sendiri tak akan mampu menghitungnya. Firman Allah Swt, “Dan Jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya.” (QS. An-Nahl: 18). Oleh karena itu, seorang muslim harus mensyukuri nikmat tersebut.

Salah satu nikmat besar yang disinggung di dalam sebuah hadis Imam Ahmad adalah ruas-ruas tulang sebanyak 360 ruas yang ada pada tubuh manusia (Ahmad, no. 21920). Tidak dapat dibayangkan apabila bagian ruas tulang tersebut bermasalah atau tiba-tiba ngadat, maka manusia sendiri akan mengalami sakit dan hambatan di dalam  beraktivitas.

Oleh karena itu, umat muslim selaku hamba Allah harus mensyukuri nikmat tersebut. Sedangkan cara untuk mensyukurinya adalah menyedekahinya setiap hari mulai dari terbitnya matahari sampai terbitnya matahari kembali secara non stop.

Sedekah bagi setiap ruas-ruas dan sendi-sendi tulang tersebut dapat dipenuhi dengan amal ibadah. Seperti tasbih, tahmid, membuang gangguan dari jalan, menolong sesama, amar ma’ruf dan nahi munkar, istighfar dan seterusnya menjadi sedekah bagi setiap ruas dan sendi bagi tubuh. Akan tetapi seorang muslim dengan segala kepadatan aktivitasnya dikhawatirkan tak akan mampu menyedekahi setiap sendi dan ruas tulangnya dengan mengerjakan jenis-jenis amalan ibadah satu persatu.

Itu sebabnya, Allah SWT, sebagai dzat yang pengasih dan penyayang, menghadirkan solusi yang dapat membayar sedekah semua ruas-ruas tulang tersebut dengan mengerjakan dua rakaat Shalat Duha.

Nabi Saw, bersabda:

يُصْبِحُ علَى كُلِّ سُلَامَى مِن أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ، فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ، وَأَمْرٌ بالمَعروفِ صَدَقَةٌ، وَنَهْيٌ عَنِ المُنْكَرِ صَدَقَةٌ، وَيُجْزِئُ مِن ذلكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُما مِنَ الضُّحَى..

أخرجه مسلم (720)

“Setiap ruas tulang kalian hendaklah disekahi, maka setiap tasbih, tahmid, tahlil, takbir, amar ma’ruf dan nahi munkar adalah sedekah. Dan dapat mencukupi sedekah semua ruas tulang itu dengan mengerjakan dua rakaat Shalat Duha” (HR. Muslim, No. 720).

Hal itu dikarenakan Shalat Duha adalah amal ibadah yang dikerjakan oleh semua anggota tubuh dan mencakup secara komprehensif terhadap semua jenis sedekah yang disebutkan di atas.

BACA JUGA:  Kunci Mendapatkan Ketenangan Hati dan Jiwa

Waktu Shalat Duha

Sedangkan waktu Shalat Duha diapit di antara dua waktu yang mana pada kedua waktu itu dilarang mengerjakan shalat bagi umat muslim. Pertama, disaat matahari terbit hingga naik, waktu ini disebut Dhohwah. Kedua, yaitu mulai matahari naik hingga matahari tepat di atas kepala, waktu ini yang disebut Duha. Sedangkan waktu yang terakhir dimulai dari habisnya waktu Duha hingga matahari bergeser memasuki waktu Dzuhur. Waktu yang diperbolehkan mengerjakan Shalat Duha adalah waktu yang tengah-tengah, yaitu mulai matahari naik sampai bayang-bayang orang dewasa menyamai tubuhnya.

Doa Shalat Duha

Bila melihat dan membaca hadis-hadis tentang Shalat Duha, terdapat banyak macam bacaan doa setelah Shalat Duha, akan tetapi yang lumrah dibaca sebagai berikut:

اللَّهُمَّ إنَّ الضُّحَى ضَحَاؤُك وَالْبَهَا بَهَاؤُك وَالْجَمَالُ جَمَالُك وَالْقُوَّةُ قُوَّتُك وَالْقُدْرَةُ قُدْرَتُك وَالْعِصْمَةُ عِصْمَتُك اللَّهُمَّ إنْ كَانَ رِزْقِي فِي السَّمَاءِ فَأَنْزِلْهُ وَإِنْ كَانَ فِي الْأَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَإِنْ كَانَ مُعْسِرًا فَيَسِّرْهُ وَإِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَإِنْ كَانَ بَعِيدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضَحَائِكَ وَبِهَائِك وَجَمَالِك وَقُوَّتِك وَقُدْرَتِك آتِنِي مَا آتَيْت عِبَادَك الصَّالِحِينَ  (حاشية الجمل,312)

Artinya: “Wahai Allah, bahwa sesungguhnya waktu Duha adalah waktu Duha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu.  Wahai Allah, apabila rezekiku ada di atas langit maka turunkanlah, bila rezekiku itu ada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sulit mudahkanlah, apabila (rezekiku itu) haram maka sucikanlah, apabila (rezekiku itu) jauh, maka dekatkanlah dengan kebenaran Duha-Mu, keagungan-Mu, keindahan-Mu dan kekuatan-Mu, berikanlah kepadaku seperti apa yang Engkau berikan kepada hamba-hamba-Mu yang shalih.” (Hasyiyatul Jamal, 312).

Tinggalkan Balasan