Ternyata Pengangguran di Sampang Meningkat

Moh. Bandar, Aktivis Asal Pantura Sampang (Sumber: Istimewa)

Sampang – Pengangguran di Kabupaten Sampang di tahun 2021 ternyata mengalami peningkatan signifikan. Fakta ini diungkapkan Moh. Bandar pada awak media Madurapers, Jumat (3/12/2021).

Menurut Bandar, sapaan akrab aktivis asal pantura Sampang ini, “fakta ini dapat dilihat pada berita resmi statistik BPS Kabupaten Sampang tahun 2021.”

Berdasarkan data berita resmi statistik BPS Sampang, di bulan Agustus 2021 jumlah penduduk usia kerja di Sampang mencapai 742.076 orang dan bukan angkatan kerja sebesar 221.192 orang.

Dari jumlah penduduk usia kerja tersebut, menurutnya orang yang bekerja sebanyak 502.918 jiwa dan orang yang menganggur sebanyak 17.966 jiwa. Persentasenya orang yang menganggur sebesar 3,45%, tapi berdasarkan penduduk usia kerja sebesar 2,42%.

Dibandingkan dengan bulan Agustus 2019, angka pengangguran (tingkat pengangguran terbuka) ini meningkat sebesar 0,10%. Hal karena pada bulan Agustus 2019 orang yang menganggur di Sampang sebesar 3.35% dan tahun 2021 meningkat menjadi 3,45%.

Faktor penyebab peningkatan pengangguran ini, menurut dia dengan mengutip data BPS Sampang diantaranya karena pandemi Covid-19. Sebab karena pandemi Covid-19 orang di Sampang banyak yang berhenti bekerja, mengalami pengurangan jam kerja, dan tidak bekerja sementara.

BACA JUGA:  Kedapatan Bawa Sabu, Empat Pria Asal Jember Diamankan Polsek Sokobanah

Menurut jenis kelaminnya, dari total penduduk usia kerja di sampang laki-laki yang menganggur mencapai 3,86% dan perempuan sebesar 2,93%.

Data ini menurut Bandar menunjukkan bahwa pengangguran di Kabupaten Sampang per bulan Agustus 2021 mengalami peningkatan. Jenis kelamin orang yang menganggur didominasi oleh laki-laki.

Atas dasar fakta tersebut, Bandar berharap agar Pemerintah Daerah Kabupaten Sampang terus meningkatkan pelayanan, pembangunan, dan inovasi daerah.

Hal ini menurutnya, agar pengangguran di Sampang dapat ditekan, sehingga tidak berdampak pada peningkatan angka kemiskinan.

Tinggalkan Balasan