Tim Kemendagri Siap Diterjunkan untuk Pantau Pemerintah Daerah yang Dianggap Kurang Inovatif

Gelaran IGA 2021 di Sasana Bhakti Praja, Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta Pusat pada Rabu 29 Desember 2021 (Sumber: Kemendagri, 2021).

Jakarta – Tim Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) siap akan diterjunkan ke Pemerintah Daerah (Pemda) yang tidak atau kurang inovasinya, Rabu, (29/12/2021).

Dilansir dari laman Kemendagri, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa pihaknya akan menerjunkan tim untuk memantau Pemerintah Daerah (Pemda) yang dinilai kurang inovatif, bahkan tak dapat dinilai inovasinya.

Hal itu dilakukan setelah melihat laporan informasi data inovasi daerah berdasarkan hasil pengukuran Indeks Inovasi Daerah yang telah divalidasi oleh Badan Penelitian dan Pengembangan (BPP) Kemendagri dan melalui proses penjaminan mutu oleh Unit Kerja Khusus Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (UKKPPM) Scientific Modeling, Application, Research, and Training for City-Centered Innovation and Technology (SMART CITY) Universitas Indonesia.

Mendagri, Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa dia akan menurunkan tim dari Kemendagri, yang merupakan gabungan dari Ditjen Otoda (Otonomi Daerah), BPP (Badan Penelitian dan Pengembangan), dan dari Itjen (Inspektorat Jenderal).

Penegasan ini disampaikan Mendagri dalam keterangan persnya usai gelaran IGA 2021 di Sasana Bhakti Praja Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta Pusat, pada Rabu 29 Desember 2021.

BACA JUGA:  Mendes PDTT Ajak Pendamping Desa Sosialisasikan Penanganan Omicron ke Desa-desa

Tim yang akan dibentuk ini akan bertugas untuk menginventarisasi persoalan yang ada di daerah dan mencarikan solusinya.

Mendagri mengatakan, “Nanti kita membuat beberapa tim sesuai regional wilayahnya, kita ingin tahu problemnya apa.”

Selanjutnya Mendagri mengatakan bahwa kunci keberhasilan otoda terletak pada leadership dan kemampuan kepala daerah dalam melakukan terobosan dan inovasi guna menyejahterakan masyarakat.

Oleh karena itu, Mendagri prihatin apabila ada daerah yang kurang inovatif, bahkan tak bisa diukur inovasinya.

Diketahui dalam gelaran IGA 2021, terdapat 166 Pemda yang dinilai kurang inovatif dan 23 daerah lainnya yang tak dapat dinilai.

Angka ini memang menurun dari tahun sebelumnya (2020), yang mencatatkan sebanyak 58 daerah tak dapat dinilai.

Namun demikian, Mendagri tetap menekankan para kepala daerah untuk terus berinovasi dan menggali potensi daerah agar mampu menyejahterakan masyarakatnya. (*)

Tinggalkan Balasan