TP PKK Pusat Evaluasi Program 2021 dan Bahas Rencana Program 2022

Webinar TP PKK bahas evaluasi kinerja/program 2021 dan rencana program 2022 (Sumber: Kemendagri, 2021)

Jakarta – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Pusat evaluasi kinerja/program TP PKK 2021 dan rencana program 2022, Rabu (29/12/2021).

Pembahasan ini dilakukan pada webinar Obrolan Santai Kader Inspiratif (ObraS KaIN) PKK yang digelar secara virtual, Selasa (28/12/2021).

Pada webinar tersebut, narasumber dari Staf Ahli Bidang Pemberdayaan Masyarakat TP PKK Pusat Suwadiono Winardi menjelaskan beberapa dasar penyelenggaraan evaluasi program PKK.

Menurutnya dasarnya diantaranya Pasal 15 Perpres No. 99 Tahun 2017, Pasal 55 dan 56 Permendagri No. 36 Tahun 2020, dan Kepmendagri No. 411.4 – 4946 Tahun 2021.

Suwadiono menjelaskan bahwa melalui evaluasi tersebut diharapkan dapat diperoleh perbandingan realisasi input, proses, dan output dari serangkaian pengelolaan program PKK.

Momentum akhir TA 2021 sangat tepat untuk melakukan evaluasi terhadap pengelolaan program-program PKK sepanjang tahun 2021.

Suwadiono menambahkan bahwa evaluasi program merupakan salah satu unsur dalam siklus manajemen program yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi.

Rangkaian evaluasi ini dilakukan dengan membandingkan realisasi antara input, proses, dan output terhadap rencana dan kegiatan yang telah dilaksanakan.

BACA JUGA:  Rakortekrenbang Selaraskan Pembangunan Pusat dan Daerah

Upaya ini sebagai media atau instrumen untuk mengetahui tingkat pencapaian suatu program dengan mengidentifikasi potensi yang dimiliki sekaligus permasalahan yang dihadapi.

Evaluasi program PKK tersebut menurutnya merupakan bagian dari pembinaan terhadap gerakan PKK (bukan inspeksi).

Selain itu, Suwadiono juga menyampaikan kesimpulan umum atas pencapaian program TP PKK Pusat selama 2021.

Menurutnya, secara umum realisasi program telah terlaksana 100 persen sesuai dengan rencana dan target sasaran.

Hal itu meliputi dua klaster program, yaitu pertama, regular dan dapat ditindaklanjuti segera oleh daerah. Klaster kedua, yakni responsif, inovatif, dan menjadi inspirasi bagi daerah.

Dia menuturkan terdapat dua orientasi atau fokus program, yaitu penajaman terhadap prioritas program gerakan PKK, dan peningkatan kapasitas kelembagaan gerakan PKK baik Tim Penggerak maupun kader PKK. (*)

Tinggalkan Balasan