Wagub Jatim Datangi Dinsos Bangkalan, Ada Apa?

Wakil Gubernur Jawa Timur saat mendatangi Dinas Sosial Kabupaten Bangkalan.

Bangkalan – Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Timur (Jatim) hari ini datangi kantor Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bangkalan. Kedatangannya bermaksud meninjau langsung kondisi beras yang akan disalurkan kepada masyarakat di Bangkalan (4/8/2021).

Pasalnya, sebanyak 3.000 paket beras yang tiba di Kabupaten Bangkalan ternyata ada 1.500 paket beras dikembalikan ke CV Bina Abadi Perkasa sebagai penyalur dikarenakan kualitasnya sangat buruk dan berkutu.

“Kondisi beras yang ini tidak baik,” jelas Wagub Jatim, Emil Dardak, setelah melihat kondisi beras di Dinsos Bangkalan.

Pihaknya menegaskan supaya beras yang sudah dikemas dalam kantong plastik 5 kilo gram-an itu tidak disalurkan kepada masyarakat karena tidak layak untuk dikonsumsi.

“Kami menyampaikan beras ini jangan didistribusikan, kita akan segera clear-kan,“ tegasnya.

Karena kondisi beras tidak boleh disalurkan, pihaknya berusaha akan segera menggantinya dengan beras yang kualitasnya lebih bagus, sehingga layak dikonsumsi oleh masyarakat.

“Dalam hitungan hari, penggantinya harus sudah sampai ke Bangkalan, karena Bangkalan sudah menunggu,” tuturnya.

Pihaknya menyampaikan bahwa kejadian seperti itu juga terjadi di Kediri Jawa Timur, tidak hanya di Bangkalan saja.

BACA JUGA:  AHY Nilai Ketentuan JHT Cair di Usia 56 tidak Adil dan Logis

“Kedua kabupaten tersebut, yang mengalami kejadian serupa, berasnya dari CV yang sama,” pungkasnya.

Berdasarkan kejadian tersebut, nanti akan ada tindakan oleh Kemensos kepada suplayer yang telah menyalurlan beras yang tidak layak konsumsi.

“Kami yakin ini ada kaitannya dengan suplayer yang tidak baik, nanti Kemensos yang mengambil tindakan,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Bangkalan, R. Abdul Latif Amin Imron, menyampaikan, bantuan beras dengan kondisi buruk belum didistribusikan kepada masyarakat.

“Ini belum terdistribusi, karena instruksi dari pak Wagub sendiri supaya beras tersebut disimpan, sambil menunggu pengganti beras yang lebih baik,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan