Selain Against Method, Feyerabend juga menulis Science in a Free Society (1978) yang mengkritik otoritas ilmu dalam masyarakat modern. Karya lainnya, Farewell to Reason (1987), menyerukan penghormatan terhadap pluralisme budaya.
Pemikirannya memicu perdebatan sengit di kalangan ilmuwan dan filsuf. Pendukungnya melihat Feyerabend sebagai pembela kebebasan intelektual, sementara kritikus menganggapnya sebagai ancaman bagi legitimasi ilmu.
Meski kontroversial, pengaruh Feyerabend meluas ke berbagai disiplin ilmu seperti sosiologi, antropologi, dan studi budaya. Ia mendorong dialog kritis tentang peran ilmu dalam masyarakat modern.
Paul Karl Feyerabend mengingatkan bahwa kemajuan ilmu pengetahuan sering lahir dari keberanian melampaui batasan-batasan yang ada. Ia meninggalkan warisan pemikiran yang menginspirasi generasi pemikir setelahnya.