Arsjad Rasjid Paparkan Strategi 3G untuk Pertumbuhan Ekonomi Inklusif di Universitas Paramadina

Madurapers
Arsjad Rasjid, Ketua Dewan Pertimbangan KADIN Indonesia, pembicara di acara Meet The Leaders di Universitas Paramadina, Kampus Kuningan, Sabtu (19/07/2025).
Arsjad Rasjid, Ketua Dewan Pertimbangan KADIN Indonesia, pembicara di acara Meet The Leaders di Universitas Paramadina, Kampus Kuningan, Sabtu (19/07/2025). (Foto: Tito/Paramadina, 2025)

Ia juga menyoroti meningkatnya migrasi tenaga kerja terampil ke luar negeri karena perbedaan signifikan dalam gaji dan fasilitas. “Kabur dulu aja. Itu adalah fakta, karena memang jumlah lapangan pekerjaan di dalam negeri yang sangat kurang,” ucapnya.

Bonus demografi yang selama ini dianggap sebagai aset nasional bisa menjadi malapetaka. Arsjad menegaskan bahwa tingginya jumlah tenaga produktif akan sia-sia jika lapangan kerja tidak tersedia.

Untuk mengatasi berbagai tantangan tersebut, Arsjad memperkenalkan strategi 3G: Grow People, Gear Up Industry, dan Go Green. Pendekatan ini dirancang untuk membangun manusia, menggerakkan industri, dan menghijaukan ekonomi.

“Grow People diartikan sebagai membangun manusia Indonesia sebagai talenta global – bukan hanya untuk bekerja, tapi juga untuk memimpin dan berinovasi,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa mayoritas tenaga kerja saat ini masih berpendidikan rendah.

Pada aspek industri, Arsjad Rasjid menegaskan pentingnya reindustrialisasi berbasis nilai tambah. Strategi ini melibatkan hilirisasi, penguatan sektor manufaktur, serta pemerataan industri ke luar Jawa.

Go Green menjadi pilar ketiga dengan fokus pada transisi energi sebagai peluang pertumbuhan. Program ini mencakup pelatihan ulang tenaga kerja, pembiayaan hijau untuk UMKM, dan keterlibatan masyarakat dalam transisi energi.