Makassar – Allah S.W.T., mengajarkan metode pembelajaran dalam al-Qur’an dengan perumpamaan. Suatu masalah akan lebih mudah dipahami jika digunakan perumpamaan, apalagi menyangkut perkara yang metafisik, Sabtu (1/4/2023).
Melansir MUI, dalam al-Quran, Allah S.W.T., memberikan banyak perumpamaan. Menjadikan nyamuk sebagai umpama (QS. 2:26) yang berkaitan dengan kelemahan berhala (QS. 22:73). Kebenaran seperti air dan logam murni, kebatilan laksana buih air dan tahi logam (QS. 13:17) dan sebagainya.
Dr. K.H. Shaifullah Rusmin Lc., M Th I (Wakil Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Islam (MUI) Sulawesi Selatan (Sulsel) dalam ceramahnya membahas ciri seorang Mukmin sejati yang diumpamakan laksana sebuah pohon.
Dia mengutip Surah Ibrahim ayat 24-25 yang mengibaratkan beragama laksana sebuah pohon yang setiap akar dahan, ranting batang dan buah memiliki makna tersendiri sebagaimana Firman Allah:
“Tidakkah kamu perhatikan bagaimna Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit.
Pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat.” (Q.S. Ibrahim 24-25).
Dari ayat di atas, dapat ditafsirkan pohon sebagai manusia. Akar yang merupakan sumber dari hidupnya pohon menggambarkan tauhid atau keyakinannya terhadap Sang Pencipta. Akar yang menjadikan sebuah pohon menjulang ke atas dengan kokohnya.
Sehingga tumbuhlah batang, ranting, daun dan buah. Apabila akarnya tumbuh dengan baik, tentu akan menghasilkan dahan, ranting, daun, hingga buah yang baik.