Sampang – Fenomena masyarakat Kabupaten Sampang yang turun langsung membangun infrastruktur jalan secara swadaya semakin marak terjadi.
Pembangunan dilakukan mulai dari jalan poros desa hingga jalan poros kabupaten, dengan cara menggalang dana di pinggir jalan dengan meminta sumbangan dari para pengguna jalan sebagai amal jariyah.
Tak hanya itu, sebagian warga juga memanfaatkan media sosial, seperti melakukan siaran langsung di platform TikTok untuk mengajak para donatur memberikan bantuan melalui fitur gift.
Fenomena ini menjadi sorotan publik karena mencerminkan dua sisi yang saling bertolak belakang.
Di satu sisi, langkah masyarakat tersebut patut diapresiasi. Kekompakan warga dalam bergotong royong menunjukkan masih kuatnya nilai kepedulian sosial serta kesadaran bersama akan pentingnya keselamatan dan kelayakan infrastruktur jalan.
Namun di sisi lain, kondisi ini menjadi alarm keras atas kegagalan para pemimpin daerah, baik di tingkat kabupaten maupun desa, dalam menjalankan tugas dasarnya menyediakan infrastruktur yang layak bagi masyarakat.
