Sumitro menjadi duta dari 1995 hingga 1998, menyusun fondasi hubungan yang lebih kokoh menjelang era reformasi. Setelah reformasi, Soegijono menjadi duta dari 1998 hingga 2002, membuka babak baru dalam kerja sama bilateral.
Di era pemerintahan Megawati, Basri Hasanuddin menjabat dari 2003 hingga 2006, memperkuat hubungan di berbagai bidang. Selanjutnya, selama pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono, Iwan Wiranataatmadja dari 2008 sampai 2011 dan Dian Wirengjurit dari 2011 hingga 2016 memperkuat diplomasi Indonesia di Iran.
Di masa Presiden Joko Widodo, Octavian Alimudin menjabat dari 2016 sampai 2020, dan Ronny Prasetyo Yuliantoro dari 2020 hingga 2025, menyesuaikan strategi diplomasi dengan dinamika global. Terakhir, di bawah pemerintahan Prabowo Subianto, Rolliansyah Soemirat mulai menjabat dari 2025 hingga sekarang.
Perjalanan panjang ini menunjukkan pentingnya peran duta besar dalam menjaga dan memperkuat hubungan Indonesia dengan Iran. Keterlibatan para diplomat ini turut menentukan keberhasilan diplomasi kedua negara selama bertahun-tahun.
