Tokoh  

Jejak Pemikir Anarki Individualis Max Stirner: Filsuf yang Kontroversial dan Pengaruhnya dalam Dunia Pemikiran

Max Stirner adalah filsuf aliran post-strukturalis dan dekonstruksi. Ia juga merupakan pemikir politik yang banyak mempengaruhi ilmuan lain
Max Stirner adalah filsuf aliran post-strukturalis dan dekonstruksi. Ia juga merupakan pemikir politik yang banyak mempengaruhi ilmuan lain (Sumber Foto: Istimewa, 2020).

Karya utama Stirner, The Ego and Its Own, menyajikan kritik tajam terhadap berbagai institusi dan ideologi yang dianggapnya sebagai “hantu” (spooks) yang mengekang kebebasan individu. Ia menolak konsep-konsep seperti Tuhan, negara, moralitas universal, dan bahkan umat manusia sebagai bentuk penindasan terhadap individu.

Inti dari pemikiran Stirner adalah egoisme, pandangan yang menganggap individu seharusnya bertindak berdasarkan kepentingannya sendiri tanpa terikat pada norma eksternal. Ia mengusulkan konsep “persatuan egois,” yaitu bentuk kerjasama sukarela antara individu berdasarkan manfaat bersama, bukan kewajiban moral atau kontrak sosial.

Dalam The Ego and Its Own, Stirner membagi bukunya menjadi dua bagian utama. Bagian pertama mengkritik berbagai ideologi, termasuk agama, sosialisme, dan liberalisme, yang dianggapnya membentuk perbudakan baru. Stirner menunjukkan bahwa ideologi tersebut mengekang kebebasan individu melalui norma dan hukum yang mengikat.

Bagian kedua buku ini berfokus pada konsep egoisme Stirner, mengajak pembaca untuk menyadari bahwa nilai dan norma yang kita anut hanya merupakan konstruksi sosial yang bisa kita dekonstruksi. Stirner mengusulkan “kepemilikan diri” sebagai langkah pertama menuju kebebasan sejati.

Meskipun The Ego and Its Own tidak populer pada masa penerbitannya, buku ini memperoleh perhatian lebih besar di kemudian hari. Anarkis, nihilist, dan filsuf eksistensialis kemudian merujuk karya ini sebagai sumber inspirasi bagi pemikirannya.

Pengaruh Stirner terhadap pemikiran politik dan filsafat sangat besar meskipun tidak langsung. Karya-karyanya menjadi dasar bagi anarki individualis dan menginspirasi tokoh-tokoh seperti Benjamin Tucker dan Emma Goldman. Stirner dianggap sebagai salah satu pendahulu eksistensialisme karena penekanannya pada kebebasan individu.

error: Biasakan berkarya jangan copy paste!!!

Eksplorasi konten lain dari Madurapers

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca