Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak Meningkat, Camat Kota Sumenep: Saya Tidak Tahu

Ilustrasi

Sumenep – Menjelaskan tutup tahun 2021, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur, melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, dan Keluarga Berencana (DP3A KB) Timur ungkap kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak terbanyak ditemukan di daerah Kecamatan Kota 6 (enam) tahun terkahir.

Informasi yang dihimpun oleh jurnalis madurapers.com, berdasarkan rekapitulasi data kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak per Kecamatan, Kecamatan Kota menjadi salah Kecamatan yang rawan ditemukan kasus dari 27 (dua puluh tujuh) Kecamatan daratan maupun kepulauan.

Pada tahun 2016 saja, sudah terdapat 15 (lima belas) kasus, tahun 2017 ditemukan 8 (delapan) kasus, dan pada tahun 2018, terdapat 17 (tujuh belas) kasus.

Sedangkan pada tahun 2019 dan 2020, di Kecamatan Kota masingmasing terdapat 9 (sembilan) kasus. Lalu pada tahun 2021 hanya ditemukan 2 (dua) kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Sehingga, dari tahun 2016 hingga 2021, jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kecamatan Kota berjumlah 60 (enam puluh) kasus.

Menanggapi hal tersebut, Camat Kota Sumenep, Heru Santoso mengatakan bahwa dirinya tidak tahu menahu soal penanganan kasus perempuan dan anak di Kecamatan Kota, dari tahun 2016 hingga tahun 2021.

Ketidak tahunnya itu, kepada jurnalis media ini, meminta untuk melakukan komunikasi langsung kepada kordinator penanggungjawab penanganan perempuan dan anak di kecamatan.

“Secara teknis di sana yang lebih paham. Kalau ke saya, secara teknis takut salah, karena bukan bidang secara teknis,” kata Heru saat dimintai keterangan melalui sambungan selulernya, Kamis (30/12/21).

Tinggalkan Balasan

error:

Eksplorasi konten lain dari Madurapers

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca