Oknum Internal Disorot, Kinerja KPR BNI Pamekasan Dipertanyakan Pengembang

Admin
Logo BNI
Logo BNI. (Sumber Foto: Istimewa).

Wirya juga mengenang masa ketika hubungan pengembang dengan BNI berjalan harmonis, khususnya saat BNI KCP Sumenep masih berstatus sebagai kantor cabang. Pada periode tersebut, kerja sama pembiayaan dinilai profesional dan kondusif.

“Kami punya pengalaman sangat baik di era kepemimpinan Pak Heru Darmawan, Pak Wulung Subakti, hingga awal kepemimpinan Pak Eri Prihartono. Saat itu, proses berjalan lancar dan saling menguntungkan,” jelasnya.

Namun, ia menilai situasi berubah setelah terjadi pergeseran birokrasi di internal BNI Cabang Pamekasan pada pertengahan masa kepemimpinan Eri Prihartono.

Sejak itu, kinerja bank dalam membangun relasi dengan pengembang disebut mengalami penurunan signifikan.

“Dalam sebuah medan pertempuran, bukan hanya panglima yang menentukan kemenangan. Para pembantu di sekelilingnya juga harus memiliki kapasitas yang sama. Dari analogi itu, arah pernyataan saya bisa dipahami,” ungkap Wirya.

Ia menegaskan bahwa pihak BNI sejatinya mengetahui persoalan internal yang dimaksud.

Oleh karena itu, ia mendorong adanya evaluasi menyeluruh agar kepercayaan pengembang terhadap bank milik negara tersebut dapat kembali dipulihkan, khususnya dalam mendukung pertumbuhan sektor properti di Madura.