Bangkalan – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Persatuan Mahasiswa Kokop (P.M.K.), melakukan audiensi terbuka ke kantor Kecamatan Kokop, Kabupaten Bangkalan, Madura, Kamis (17/3/2022).
Konsiderasi audiensi karena banyaknya fasilitas dan kondisi gedung di kecamatan itu yang sangat tidak layak digunakan dan dihuni.
Audiensi tersebut, berlangsung panas antara pihak mahasiswa dan Camat Kokop. Debat antarkedua belah pihak panas terkait banyaknya kelalaian pihak kecamatan terhadap berbagai kebutuhan pelayanan masyarakat.
M. Rajib, Ketua Persatuan Mahasiswa Kokop (P.M.K) menyebutkan bahwa infrastruktur di kantor yang menjadi tempat administrasi di Kecamatan Kokop sangat tidak layak dijadikan kantor.
“Audensi ini dilakukan karena banyak terdapat atap yang bocor, pintu-pintu berlubang, dinding retak, dan kerusakan yang lain,” kata Rajib, Jumat, (18/3/2022).
“Sudah berapa tahun kantor ini tidak benahi pak? Padahal yang saya tahu setiap kecamatan punya anggaran tersendiri terkait pemeliharaan ataupun biaya operasional kantor,” tanya Rajib kepada Camat Kokop.
Selain itu, hal yang juga sangat disesalkan oleh aktivis P.M.K. bahwa, para pegawai kantor kecamatan tidak disiplin dan terkesan lalai dalam pelayanan masyarakat Kokop.
“Banyaknya karyawan dan bapak sendiri yang lalai terkait jam kerja, sehingga pelayanan tidak optimal. Masuk jam berapa, pulang jam berapa? Bahkan, saat kami mengirimkan surat audiensi pada hari Selasa (15/3/2022), pukul 8.00 WIB lebih kantor masih sepi. Yang ada hanya tukang sapu, yang ketika ditanya tidak tau menahu , mengapa kantor masih sepi,” ungkap pria asal Katol Timur itu sembari menunjukkan berkas yang dipegangnya.