Sejak awal tahun hingga 19 Juni, dana asing yang keluar dari pasar saham mencapai Rp47,15 triliun, dan dari SRBI sebesar Rp28,69 triliun. Hanya pasar SBN yang masih mencatat beli neto, yaitu Rp44,93 triliun, menandakan bahwa obligasi pemerintah masih punya daya tarik.
Naiknya premi risiko Indonesia yang tercermin dari premi credit default swap (CDS) ke 81,59 basis poin menunjukkan bahwa investor global melihat risiko yang sedikit meningkat. Artinya, mereka butuh perlindungan lebih besar jika terjadi gagal bayar.
Bank Indonesia menanggapi kondisi ini dengan memperkuat koordinasi bersama pemerintah dan otoritas lainnya. Strategi bauran kebijakan terus dioptimalkan demi menjaga ketahanan eksternal ekonomi nasional.
Rupiah kini berada di persimpangan, terjepit antara tekanan eksternal dan upaya stabilisasi dari dalam negeri. Arah pergerakannya dalam waktu dekat akan sangat bergantung pada kepercayaan pasar terhadap kebijakan moneter dan fiskal Indonesia.
