Ngawi – Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono menyoroti kelangkaan minyak goreng serta kenaikan harga sejumlah bahan pokok yang terjadi belakangan ini, Kamis (10/3/2022).
Dia mengatakan, kenaikan harga sejumlah bahan pokok sangat menyulitkan masyarakat. Ia meminta, pemerintah pusat dan daerah, khususnya Kementerian Perdagangan dan dinas terkait, untuk melakukan serangkaian kegiatan operasi pasar.
Selain itu juga melakukan pendekatan secara langsung ke kepala pasar, pedagang, maupun distributor. Hal itu demi menstabilkan harga bahan pokok, khususnya minyak goreng.
Paparan Ibas itu disampaikan saat menggelar operasi pasar murah di Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur (Jatim), Selasa (8/3/2022).
Terkait kelangkaan minyak goreng sampai saat ini, Ibas berharap produsen sawit atau minyak goreng terus meningkatkan produksinya. Hal itu agar tercapai kebutuhan dalam negeri, sehingga minyak goreng tidak menjadi langka.
Dalam operasi pasar murah di daerah pemilihannya, Ibas menyalurkan 16.000 liter (16 ton) minyak goreng. Menurutnya, kelangkaan minyak goreng banyak dirinya temui di lapangan.
“Kita serap aspirasi masyarakat tidak hanya dari pemberitaan, tapi kita melihat langsung di lapangan bahwa benar mereka merasa kesulitan dan mengeluhkan mahalnya harga kebutuhan pokok, seperti kedelai, lombok (cabai), daging dan yang paling gaduh adalah minyak goreng,” ujar Ibas.
Menurut Ibas, legislator Dapil Jatim VII tersebut, harga minyak goreng belakangan ini memang berubah-ubah dan terjadi kelangkaan.
“Di Ngawi, saya bertanya dengan kepala pasar dan para pembeli untuk harga eceran tertinggi sebesar Rp14 ribu hingga Rp17 ribu. Akan tetapi, realitanya masyarakat masih harus membeli minyak goreng dengan harga yang lebih dari itu, bisa sampai Rp20 ribu hingga Rp30 ribu, bahkan ada yang sampai Rp90 ribu per liter,” sambung Ibas.