Puisi  

Puisi-puisi Lutfiyah Cahya Fajarin

Madurapers
Ilustrasi oleh Tim Madura Pers

Akankah februari bisa mengobati?

 

IV. YEARBOOK 2020

 

Diantara

Kumparan lembar lembar buku

Diatas meja coklat tua

Memikat mata, kotak berpita

Tersentuh lalu kuusap

 

Hari itu

Tersimpan dengan jelas

Masa putih abu abu

Lembaran foto manusia manusia hebat

Terpancar Senyum kebanggaan

Para pemimpi negeri ini

 

Ku buka lembar demi lembar

Waktu berjalan tanpa di pinta

Memori itu terulang kembali

Serasa baru kemarin singgah

Berjumpa dengan gelak tawa bersama

Bercerita menanti senja

Kemarin adalah masa lalu

Yang kutemukan di yearbook 2020

 

V. BERTANYA

 

Lagi, lagi, dan lagi

Apakah hidup seperti ini?

Derita seorang diri

Menepi tak dihampiri

Hidup kelam direndung asa

 

Siapa yang akan kusalahkan?

Ombak di laut yang berlari?

Burung yang terbang sambil menari?

Atau…

Mawar merah yang berduri?

 

Berputar tiap detik dan jam

Bertanya kepada semesta

Seolah mereka bersuara

Satu kata adalah jawaban

Tapi mengapa mereka diam?

 

Kepada siapa harus ku mengadu?

Beban hidup yang ingin ku akhiri

Melepas derita yang tak pernah usai

 

VI. PAHLAWAN KELUARGA

 

Angin berayun dari timur menuju barat

Kaki itu melangkah

Berteduh di depan ruko putih

Mengusap tetes air perjuangan

 

Pundak memikul sumber kehidupan

Kaki menjadi tiang hidupnya

Semangat juang melekat abadi

Kata lelah mungkin tiada arti

Demi harapan dan mimpi sang buah hati

 

Kerikil kerikil dalam hidupnya masih ada

Walau rambutnya semakin hari memutih

Namun jiwa pahlawan berkobar ria

Usaha dan doa adalah jalan yang di tempuh

Percaya bahwa Tuhan melancarkan urusanya

 

***Lutfiyah Cahya fajarin berasal dari desa Tambakroto Dk. Karangsari kec. Kajen kab. Pekalongan. Akun Instagram: @ltttfffyh_chfj