Akankah februari bisa mengobati?
IV. YEARBOOK 2020
Diantara
Kumparan lembar lembar buku
Diatas meja coklat tua
Memikat mata, kotak berpita
Tersentuh lalu kuusap
Hari itu
Tersimpan dengan jelas
Masa putih abu abu
Lembaran foto manusia manusia hebat
Terpancar Senyum kebanggaan
Para pemimpi negeri ini
Ku buka lembar demi lembar
Waktu berjalan tanpa di pinta
Memori itu terulang kembali
Serasa baru kemarin singgah
Berjumpa dengan gelak tawa bersama
Bercerita menanti senja
Kemarin adalah masa lalu
Yang kutemukan di yearbook 2020
V. BERTANYA
Lagi, lagi, dan lagi
Apakah hidup seperti ini?
Derita seorang diri
Menepi tak dihampiri
Hidup kelam direndung asa
Siapa yang akan kusalahkan?
Ombak di laut yang berlari?
Burung yang terbang sambil menari?
Atau…
Mawar merah yang berduri?
Berputar tiap detik dan jam
Bertanya kepada semesta
Seolah mereka bersuara
Satu kata adalah jawaban
Tapi mengapa mereka diam?
Kepada siapa harus ku mengadu?
Beban hidup yang ingin ku akhiri
Melepas derita yang tak pernah usai
VI. PAHLAWAN KELUARGA
Angin berayun dari timur menuju barat
Kaki itu melangkah
Berteduh di depan ruko putih
Mengusap tetes air perjuangan
Pundak memikul sumber kehidupan
Kaki menjadi tiang hidupnya
Semangat juang melekat abadi
Kata lelah mungkin tiada arti
Demi harapan dan mimpi sang buah hati
Kerikil kerikil dalam hidupnya masih ada
Walau rambutnya semakin hari memutih
Namun jiwa pahlawan berkobar ria
Usaha dan doa adalah jalan yang di tempuh
Percaya bahwa Tuhan melancarkan urusanya
***Lutfiyah Cahya fajarin berasal dari desa Tambakroto Dk. Karangsari kec. Kajen kab. Pekalongan. Akun Instagram: @ltttfffyh_chfj
