Premi Credit Default Swap (CDS) Indonesia naik menjadi 97,18 bps per 1 Mei 2025 dari sebelumnya 93,98 bps. Kenaikan ini mengindikasikan persepsi risiko investasi di Indonesia sedikit meningkat.
Namun, aliran modal asing justru menunjukkan sinyal positif pada akhir April. Nonresiden tercatat beli neto Rp4,15 triliun, dengan dominasi di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) senilai Rp3,95 triliun.
Meskipun begitu, sepanjang 2025, investor asing masih mencatat jual neto sebesar Rp49,56 triliun di pasar saham. Di sisi lain, mereka tetap mencatat beli neto Rp23,01 triliun di pasar SBN.
Stabilitas rupiah tetap menjadi perhatian utama Bank Indonesia di tengah dinamika eksternal. Koordinasi dengan pemerintah dan kebijakan makroprudensial akan terus dioptimalkan.
