Direktur PT SSS Bantah Tuduhan CSR Nihil di Desa Terdampak

Admin
Insiyatun, Direktur Utama PT SSS
Insiyatun, Direktur Utama PT SSS, (Foto: Istimewa).

Sampang – Isu nihilnya penyaluran Corporate Social Responsibility (CSR) oleh Perseroan Terbatas Sampang Sarana Shorebase (PT SSS) memantik polemik terbuka. Pernyataan dua pemerintah desa terdampak yang mengaku tak pernah menerima realisasi CSR dibantah langsung oleh Direktur Utama PT SSS, Insiyatun.

Pemerintah Desa Sejati dan Desa Dharma Camplong, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, secara terbuka mengakui bahwa sejak PT SSS beroperasi di wilayah mereka, tidak pernah ada program CSR yang diterima secara resmi oleh desa.

“Sejak PT SSS berdiri dan beroperasi di Desa Sejati, kami tidak pernah menerima CSR, baik berupa pembangunan, bantuan sosial, maupun pemberdayaan masyarakat,” ujar salah satu perangkat Desa Sejati, sebagaimana dikutip dari tNews.co.id.

Pengakuan serupa disampaikan Pemerintah Desa Dharma Camplong. Mereka menyebut tidak ada catatan administratif, laporan, ataupun dokumentasi resmi terkait penyaluran CSR dari PT SSS.

“Kalau memang ada CSR, seharusnya ada koordinasi, serah terima, dan dokumentasi. Faktanya, itu tidak pernah kami terima,” ungkap perwakilan Desa Dharma Camplong.

Namun klaim dua pemerintah desa tersebut dibantah tegas oleh Direktur Utama PT SSS, Insiyatun. Ia menyatakan bahwa perusahaan telah melaksanakan kewajiban CSR setiap tahun sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.