Said turut mengomentari sejumlah insiden warga yang mengambil barang dari pertokoan dan gudang Bulog. Menurutnya, tindakan tersebut mencerminkan situasi darurat karena distribusi bantuan belum merata.
“Mereka melakukan itu untuk mempertahankan hidup. Saya yakin mereka tidak menginginkan tindakan itu jika bantuan sudah tersedia,” ujarnya.
Ia meminta pemerintah mempercepat penyediaan fasilitas pengungsian yang layak, termasuk suplai makanan, MCK, selimut, pakaian, hingga layanan trauma healing bagi anak-anak. Selain itu, Said mendesak perluasan operasi pencarian dan penyelamatan untuk menemukan korban yang belum ditemukan.
Untuk pemulihan jangka panjang, Said mendorong pemerintah menyiapkan program rehabilitasi dan rekonstruksi menggunakan skema anggaran multiyears, termasuk mengoptimalkan APBN 2026.
Ia menilai kerusakan fasilitas umum—mulai dari sekolah, rumah sakit, kantor pemerintahan, tempat ibadah, hingga infrastruktur dasar—memerlukan perencanaan matang dan anggaran besar.
“Pemulihan layanan publik dan pembangunan kembali infrastruktur harus menjadi prioritas setelah masa tanggap darurat selesai,” tutupnya.
