Isu Kadus Jadi Penjambret Maut di Pamekasan Menguat, Pj Kades Tlagah Sampang Tak Beri Kejelasan

Admin
Penjabat (Pj) Kepala Desa (Kades) Tlagah, Ayyub
Penjabat (Pj) Kepala Desa (Kades) Tlagah, Ayyub, (Foto: Istimewa).

Sampang – Penangkapan terduga pelaku penjambretan yang menewaskan seorang warga di Dusun Beltok, Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan, mulai menyeret perhatian publik ke Desa Tlagah, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang.

Pasalnya, terduga pelaku berinisial UA disebut-sebut menjabat sebagai Kepala Dusun setempat.

Namun hingga kini, status tersebut belum mendapat kejelasan dari Pemerintah Desa Tlagah. Penjabat (Pj) Kepala Desa Tlagah, Ayyub, justru memilih bersikap hati-hati dan enggan memberikan penegasan terkait jabatan terduga pelaku di struktur pemerintahan desa.

Saat dikonfirmasi, Ayyub berdalih tengah dalam kondisi sakit pascaoperasi sehingga belum bisa memberikan keterangan lebih jauh. Ia juga menyebut roda pemerintahan desa sementara dialihkan kepada Sekretaris Desa.

“Saya masih sakit, Pak. Pemerintahan desa sekarang diurus oleh Sekdes,” kata Ayyub melalui sambungan telepon, Sabtu (10/1/2026) malam.

Ketika ditanya secara spesifik apakah terduga pelaku penjambretan tersebut merupakan Kepala Dusun di Desa Tlagah, Ayyub memilih tidak memberikan jawaban tegas.

Ia hanya menyatakan belum mengetahui secara pasti dan meminta waktu untuk melakukan pengecekan.

“Saya kurang tahu. Nama itu kan banyak yang mirip, bisa saja orang lain. Saya mau cari tahu dulu. Apalagi saya ini masih habis operasi,” ujarnya.

Sikap Pj Kepala Desa Tlagah yang enggan memastikan status aparat desanya itu memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat.

Pasalnya, informasi mengenai dugaan keterlibatan aparat desa dalam kasus kriminal berat dinilai sebagai isu serius yang menyangkut integritas pemerintahan desa dan kepercayaan publik.