Ketiga, menyantuni sesama: momen berbagi kebahagiaan. Idul Fitri juga menjadi momentum bagi umat Islam untuk menunjukkan kepedulian mereka terhadap sesama yang membutuhkan. Zakat Fitrah yang wajib dibayarkan sebelum pelaksanaan shalat Idul Fitri adalah bukti nyata dari kepedulian tersebut. Zakat Fitrah bertujuan untuk memastikan bahwa semua orang dapat merayakan Idul Fitri dengan layak, tanpa harus merasakan kelaparan atau kekurangan.
Dalam sebuah hadits riwayat Ibnu Abbas, Rasulullah s.a.w., bersabda, “Wajib bagi orang yang berpuasa, yaitu zakat fitrah, untuk membersihkan orang yang berpuasa dari perkataan yang sia-sia dan kefasikan dan untuk memberi makan bagi orang miskin. Barangsiapa memberikannya sebelum shalat, maka zakat fitrah itu diterima (di sisi Allah) sebagai zakat (yang sah), dan barangsiapa memberikannya setelah shalat, maka zakat fitrah itu hanyalah sedekah dari sedekah-sedekah biasa.”
Hadits ini menegaskan pentingnya membayar zakat fitrah sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama, terutama mereka yang kurang mampu.
Keempat, keberkahan dalam kerja keras. Selama bulan Ramadhan, umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan ibadah dan amal kebaikan. Semangat beribadah dan kerja keras selama bulan suci ini akan membawa berkah yang melimpah saat merayakan Idul Fitri. Kedekatan dengan Allah dan peningkatan spiritualitas akan membawa keberkahan dalam segala aspek kehidupan.
Allah S.W.T., berfirman dalam Al-Qur’an, Surah Al-Baqarah (2:185), “Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barang siapa di antara kamu mendapati di bulan itu, maka berpuasalah … .”
Ayat ini menekankan pentingnya bulan Ramadhan sebagai waktu yang diangkat Allah S.W.T., untuk meningkatkan spiritualitas dan mendapatkan petunjuk-Nya.
