Pernyataan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa yang sangat percaya diri…
Marak Pencabulan di Pesantren, Kemenag Bangkalan Bisa Apa?
Akhir-akhir ini Kabupaten Bangkalan terus dihadapkan pada maraknya kasus kekerasan…
Pernyataan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa yang sangat percaya diri…
Akhir-akhir ini Kabupaten Bangkalan terus dihadapkan pada maraknya kasus kekerasan…
“Kalau mau nikah, sowan dulu ke kiai.” “Kalau mau bangun…
Bangsa yang besar bukanlah bangsa yang berdiri di atas kekayaan…
Indonesia, dengan masyarakatnya yang majemuk, tidak asing dengan dinamika dan…
Oleh: Agus Wedi, S.Sos., M.A – Pengamat Politik dan Kebijakan…
Sejarah hubungan diplomatik Indonesia dan Iran menunjukkan perjalanan panjang dari era Presiden Soekarno hingga masa pemerintahan Prabowo Subianto. Duta besar menjadi ujung tombak dalam memperkuat kerja sama kedua negara.
Di tengah gejolak sejarah nusantara abad ke-17, Sultan Agung Adi Prabu Hanyakrakusuma, atau lebih dikenal dengan Sultan Agung, muncul sebagai pemimpin dengan visi besar, yang menyatukan kekuatan militer, intelektual, dan budaya Jawa. Lahir di Kotagede pada 1593 dan wafat di Karta tahun 1645, ia menjadi raja Mataram ketiga, dan satu-satunya pemegang gelar sultan dari kerajaan tersebut.
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.