BI Perkuat Stabilitas Rupiah Hadapi Gejolak Global Akibat Perang Dagang AS-Tiongkok

Madurapers
Ilustrasi Rupiah menghadapi tekanan global karena gejolak pasar keuangan global akibat perang dagang AS-Tiongkok
Ilustrasi Rupiah menghadapi tekanan global karena gejolak pasar keuangan global akibat perang dagang AS-Tiongkok (Dok. Madurapers, 2025).

Saat pasar domestik dibuka pada 8 April 2025, BI akan melanjutkan intervensi di pasar valas spot dan DNF. BI juga siap membeli Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder guna menambah kekuatan stabilisasi.

Tak hanya itu, BI mengoptimalkan instrumen likuiditas Rupiah agar kecukupan likuiditas di pasar uang dan perbankan tetap terjaga. Ini menjadi strategi penting untuk menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.

Serangkaian kebijakan ini menunjukkan komitmen kuat BI dalam menjaga kepercayaan investor dan pelaku pasar. Stabilitas nilai tukar menjadi kunci dalam mempertahankan ketahanan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global.